Jakarta, 27 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memproyeksikan sebanyak 115.349 pelanggan akan menggunakan layanan kereta api pada 1 Januari 2026. Proyeksi ini merupakan bagian dari data penjualan tiket sementara hingga 27 Desember 2025 pukul 08.00 WIB yang menunjukkan pola pergerakan pelanggan pasca perayaan Natal dan menjelang Tahun Baru. Angka ini mencerminkan karakteristik perjalanan pada awal tahun yang cenderung lebih rendah dibandingkan periode puncak keberangkatan.
Proyeksi pergerakan pelanggan pada 1 Januari 2026 menunjukkan tren penurunan yang wajar setelah periode liburan. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa angka proyeksi bersifat dinamis dan berpotensi meningkat seiring penjualan tiket yang masih berlangsung hingga waktu keberangkatan. Data sementara juga memperkirakan pergerakan pada 31 Desember 2025 sebanyak 120.102 pelanggan, menandakan aktivitas perjalanan menjelang malam Tahun Baru.
Karakteristik perjalanan pada 1 Januari berbeda dengan periode sebelumnya karena sebagian besar masyarakat telah kembali ke rutinitas normal. Anne menjelaskan bahwa kereta api tetap berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di awal tahun. “Pergerakan setelah Natal menunjukkan masyarakat masih melanjutkan perjalanan liburan maupun aktivitas lainnya. Kereta api berperan menjaga kelancaran mobilitas serta mendukung pergerakan wisata dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” ujarnya.
Proyeksi 115.349 pelanggan pada 1 Januari 2026 menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tetap terjaga meski dalam skala yang lebih moderat. KAI Group memastikan layanan tetap optimal untuk melayani kebutuhan perjalanan masyarakat di awal tahun baru. Dengan pemahaman tentang pola pergerakan pelanggan, KAI siap memberikan dukungan penuh untuk menjaga kesinambungan mobilitas nasional pasca perayaan Natal dan Tahun Baru.
(Redaksi)

