Jakarta, 29 November 2025 – Penguatan tata kelola informasi publik menjadi benang merah yang menghubungkan partisipasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan semangat Festival Media Digital Pemerintah (FMDP) 2025. Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba memaparkan bagaimana perusahaan membangun sistem tata kelola informasi yang kuat dan akuntabel dalam forum yang berlangsung di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya ruang digital untuk transparansi dan partisipasi publik.
Forum yang diinisiasi Biro Hubungan Masyarakat KPK mengusung tema “Partisipasi Publik di Ruang Digital: Sinergi untuk Transparansi”. Anne menjelaskan bahwa tata kelola informasi KAI dibangun melalui integrasi berbagai sistem seperti e-Procurement untuk transparansi pengadaan, e-PPID untuk akses informasi publik, hingga Whistleblowing System untuk pelaporan pelanggaran. Sistem-sistem ini dirancang untuk memastikan informasi dikelola secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan tata kelola informasi juga tercermin dalam predikat Informatif yang diraih KAI sejak 2020 hingga 2024 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menyediakan informasi yang mudah diakses dan akuntabel. Anne menekankan bahwa dengan komunikasi yang jelas, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta ruang dialog yang terbuka, KAI membangun relasi yang konstruktif dengan masyarakat.
Dalam sesi dialog bersama narasumber lainnya, Anne menyampaikan lima pesan utama terkait tata kelola informasi: perubahan harus dikelola dengan adaptif, teknologi menjadi pengungkit peningkatan layanan, inovasi tumbuh dari lingkungan dengan arus informasi yang terbuka, pelayanan publik harus selaras dengan aspek sosial, lingkungan dan ekonomi, serta kepercayaan publik diperkuat melalui pelayanan yang konsisten dan tata kelola yang transparan. Keselarasan dengan semangat FMDP 2025 menunjukkan bahwa KAI memiliki visi yang sama dalam membangun tata kelola informasi yang kuat.
(Redaksi)

