17 Juni 2026 – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah masih terus dirasakan masyarakat. Kabupaten Sigi menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling signifikan akibat bencana tersebut. Ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan, sementara ribuan warga terdampak harus menghadapi situasi darurat sambil menunggu proses pemulihan dan bantuan dari pemerintah.

Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan pemerintah daerah, sebanyak 787 rumah mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Dari jumlah tersebut, 707 unit rumah mengalami kerusakan ringan, 68 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 12 rumah mengalami kerusakan berat. Kerusakan tersebar di sedikitnya 17 desa yang berada di lima kecamatan, yaitu Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu. Beberapa wilayah dilaporkan mengalami dampak cukup serius karena berada dekat dengan area yang merasakan guncangan kuat.

Selain kerusakan bangunan, gempa juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Tercatat sebanyak 912 kepala keluarga atau sekitar 1.412 jiwa terdampak oleh bencana tersebut. Banyak warga terpaksa mengungsi sementara karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan dan kondisi rumah yang tidak lagi aman untuk ditempati. Aktivitas sehari-hari masyarakat pun terganggu akibat kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum di sejumlah lokasi.

Korban jiwa juga dilaporkan dalam peristiwa ini. Satu orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 42 warga mengalami luka ringan dan 13 orang menderita luka berat. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan yang diterjunkan ke lokasi, baik melalui puskesmas setempat maupun rumah sakit daerah. Tim medis terus bersiaga untuk memastikan kebutuhan kesehatan warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat dengan mengoordinasikan berbagai organisasi perangkat daerah untuk mempercepat penanganan pascabencana. Fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi serta mempercepat proses pendataan kerusakan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BPBD, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam mengumpulkan data kerusakan secara akurat.

Di sejumlah wilayah terdampak, distribusi bantuan darurat mulai dilakukan. Masyarakat telah menerima pasokan makanan siap saji, air bersih, serta bantuan logistik lainnya untuk mendukung kebutuhan selama masa tanggap darurat. Selain itu, tenda-tenda pengungsian juga mulai didirikan di beberapa kecamatan yang mengalami dampak paling berat guna memberikan tempat berlindung sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau tidak layak huni.

Gempa yang terjadi pada siang hari tersebut berpusat di wilayah daratan dan menimbulkan guncangan kuat yang dirasakan hingga berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di kawasan yang berada di jalur seismik aktif. Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini terus memantau kondisi lapangan sambil mempercepat langkah pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal secepat mungkin.

Di tengah situasi sulit yang dihadapi, semangat gotong royong masyarakat dan dukungan berbagai pihak menjadi modal penting dalam proses pemulihan. Warga berharap bantuan dan rehabilitasi dapat berjalan cepat sehingga kehidupan di daerah terdampak dapat segera bangkit kembali setelah diguncang bencana yang meninggalkan kerusakan cukup luas tersebut. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *