Jakarta, 27 Desember 2025 – Usaha masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mengalami peningkatan aktivitas dan pendapatan berkat program keterjangkauan transportasi yang dijalankan PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama periode Nataru 2025/2026. Mobilitas masyarakat yang mencapai 3.251.764 penumpang hingga 27 Desember 2025 pukul 08.00 WIB menciptakan ripple effect ekonomi yang menjangkau berbagai sektor usaha, dari yang langsung terkait transportasi hingga yang indirect seperti sektor ritel, kuliner, hospitality, dan entertainment, menciptakan ekosistem ekonomi yang saling tergantung dan menguntungkan.
Program diskon 30 persen untuk kelas ekonomi dan 25 persen untuk kelas premium mendorong peningkatan jumlah pelaku perjalanan, yang secara otomatis meningkatkan permintaan terhadap berbagai jasa dan produk di sepanjang journey mereka. Usaha masyarakat di sekitar stasiun, di destinasi wisata, dan di rute perjalanan melaporkan peningkatan omzet signifikan, dengan beberapa sektor mengalami lonjakan hingga 300 persen dibanding hari-hari normal di luar periode libur, memberikan windfall yang sangat dibutuhkan untuk sustainability usaha.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menyatakan bahwa dampak terhadap usaha masyarakat ini menjadi indikator keberhasilan program. “Melalui KAI, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan transportasi selama Nataru agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Mobilitas yang terjaga ini juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” jelasnya. Peningkatan usaha masyarakat ini tidak hanya bersifat temporary boost tetapi juga membangun confidence dan capital untuk ekspansi atau improvement di masa depan.
Kereta jarak jauh mengangkut 2.744.263 penumpang dengan okupansi 99,4 persen, menyebarkan manfaat ekonomi ke puluhan wilayah. Kereta lokal melayani 507.501 penumpang dengan okupansi 68,1 persen. Program diskon ekonomi melayani 1.139.481 penumpang. Peningkatan usaha masyarakat di berbagai wilayah ini membuktikan bahwa keterjangkauan transportasi adalah investasi ekonomi yang menciptakan shared prosperity.
(Redaksi)

