Jakarta, 23 Agustus 2025 – Prinsip keberlanjutan menjadi fondasi dalam pengembangan area bermain anak di 35 stasiun PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan sosial. Setiap elemen area bermain dirancang dengan mempertimbangkan dampak siklus hidup, kemampuan daur ulang, dan jejak karbon untuk menciptakan fasilitas yang ramah lingkungan.
Implementasi keberlanjutan meliputi penggunaan material ramah lingkungan yang dapat didaur ulang, sistem pencahayaan hemat energi, sistem konservasi air, dan manajemen limbah yang optimal. Panel surya diintegrasikan untuk pasokan listrik sebagian fasilitas, sementara sistem pemanenan air hujan digunakan untuk pemeliharaan dan pembersihan. Konsep ekonomi sirkular diterapkan dalam pengadaan dan manajemen siklus hidup.
Praktik keberlanjutan telah diimplementasikan di seluruh lokasi area bermain, termasuk Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, Malang, Medan, Kertapati, Lubuk Linggau, dan Tanjung Karang. Penilaian dampak lingkungan dilakukan secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan dan mengidentifikasi peluang untuk perbaikan lebih lanjut.
“Area bermain anak di stasiun menghadirkan suasana yang lebih ceria. Anak-anak bisa bermain dengan aman sambil menunggu keberangkatan, sementara orang tua dapat beristirahat lebih tenang. Dengan begitu, waktu menunggu kereta tetap menjadi momen menyenangkan bagi seluruh keluarga,” ungkap Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menekankan bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab tetapi juga peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
(Redaksi)

