Jakarta, 28 Desember 2025 – Wisatawan yang berencana merayakan tahun baru di kawasan Danau Toba dapat bernafas lega dengan jaminan pasokan bahan bakar yang stabil dari PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara. Melalui peningkatan kapasitas distribusi, KAI memastikan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum di sepanjang rute menuju destinasi wisata unggulan ini memiliki stok yang cukup. Langkah ini menjadi kabar gembira bagi ribuan pelancong yang akan memadati kawasan Danau Toba untuk menikmati momen pergantian tahun dengan pemandangan alam yang memukau.
Depo Pertamina di Siantar berperan sebagai pusat distribusi utama yang melayani kebutuhan bahan bakar untuk wilayah sekitar Danau Toba termasuk Samosir dan Tapanuli. Dengan pasokan dari KAI yang meningkat signifikan, depo ini mampu menjaga ketersediaan bahan bakar tanpa hambatan. Wisatawan tidak perlu khawatir mengalami kesulitan mencari bahan bakar saat melakukan perjalanan panjang atau saat berada di kawasan wisata yang relatif jauh dari pusat kota. Stabilitas pasokan ini menjadi kunci kenyamanan perjalanan wisata di akhir tahun.
Anwar Yuli Prastyo menegaskan bahwa peningkatan pasokan BBM ini memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan. Dengan stok yang terjaga baik di sepanjang jalur menuju Danau Toba, masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang tanpa perlu memikirkan potensi kelangkaan bahan bakar. Hal ini juga berdampak positif bagi pelaku usaha pariwisata di kawasan tersebut yang sangat bergantung pada kelancaran mobilitas wisatawan untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka di masa puncak liburan.
Komitmen KAI dalam menjaga distribusi bahan bakar untuk sektor pariwisata menunjukkan pemahaman yang baik tentang pentingnya konektivitas dan dukungan logistik dalam menggerakkan ekonomi lokal. Dengan memastikan wisatawan dapat bepergian dengan nyaman, KAI turut berkontribusi pada kesuksesan industri pariwisata Sumatera Utara. Upaya ini juga mencerminkan visi KAI sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada operasional inti tetapi juga pada dampak lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
(Redaksi)

