Jakarta, 28 Desember 2025 – Pelaksana Tugas Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan strategi komprehensif yang diterapkan perusahaan dalam meningkatkan pasokan bahan bakar minyak menjelang pergantian tahun. Strategi ini melibatkan koordinasi multi-pihak yang meliputi internal KAI, pemerintah daerah, dan PT Pertamina sebagai pemasok utama. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan KAI untuk merespons dengan cepat terhadap kebutuhan yang meningkat baik dari sisi pemulihan bencana maupun lonjakan aktivitas wisata di akhir tahun.

Langkah pertama dalam strategi ini adalah evaluasi mendalam terhadap kapasitas armada yang tersedia dan proyeksi kebutuhan di lapangan. “Melalui koordinasi intensif bersama kewilayahan dan PT Pertamina, KAI menambah kekuatan armada dari yang sebelumnya rata-rata membawa 21 gerbong ketel setiap harinya, kini melonjak signifikan menjadi 30 gerbong ketel per hari menuju Stasiun Siantar,” jelas Anwar. Keputusan menambah sembilan gerbong ini bukan semata-mata berdasarkan intuisi tetapi melalui analisis data permintaan dan kondisi infrastruktur yang ada.

Koordinasi dengan PT Pertamina menjadi elemen krusial dalam implementasi strategi ini. KAI memastikan jadwal pengiriman diselaraskan dengan kapasitas penerimaan di depo tujuan serta kebutuhan distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum. Sinkronisasi ini mencegah terjadinya penumpukan atau kekurangan pasokan di titik-titik tertentu. Anwar menekankan bahwa komunikasi yang intens dan pembaruan data secara berkala menjadi kunci keberhasilan koordinasi lintas institusi ini, memastikan setiap perubahan kondisi di lapangan dapat ditangani dengan responsif.

Strategi yang diungkapkan Anwar mencerminkan profesionalisme dan kesiapan KAI Divre I Sumut dalam menghadapi tantangan logistik yang kompleks. Dengan menggabungkan perencanaan matang, koordinasi solid, dan eksekusi yang tepat waktu, KAI berhasil melipatgandakan kapasitas distribusi dalam waktu singkat. Keberhasilan ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan dan fleksibilitas dalam manajemen logistik, terutama ketika berhadapan dengan situasi yang membutuhkan respons cepat seperti bencana alam dan momen puncak mobilitas masyarakat.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *