Jakarta, 23 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan pendekatan adaptasi lokal dalam mengembangkan area bermain anak di 35 stasiun, menciptakan identitas unik yang mencerminkan kearifan lokal dan budaya setempat. Strategi ini memastikan bahwa setiap area bermain tidak hanya fungsional, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi anak-anak tentang keragaman Indonesia.

Pendekatan adaptasi lokal meliputi integrasi elemen-elemen budaya daerah dalam desain taman bermain, penggunaan motif tradisional dalam dekorasi, dan menggabungkan permainan tradisional yang telah dimodifikasi sesuai standar keamanan modern. Hal ini menciptakan pengalaman bermain yang autentik dan memberikan paparan kepada anak-anak tentang warisan budaya Indonesia.

Implementasi adaptasi lokal ini dapat ditemukan di berbagai stasiun seperti Gambir dengan nuansa Betawi, Bandung dengan sentuhan Sunda, Yogyakarta dengan elemen Jawa klasik, Solo Balapan dengan ornamen keraton, Surabaya Gubeng dengan karakter Jawa Timur, Medan dengan budaya Batak, dan seterusnya. Setiap lokasi memiliki cerita dan karakteristik visual yang berbeda namun tetap mempertahankan standar kualitas dan keamanan yang sama.

Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menegaskan pentingnya pelestarian budaya melalui fasilitas publik. “Perjalanan yang menyenangkan seharusnya hadir sejak dari stasiun. Dengan adanya area bermain anak, kami ingin menciptakan pengalaman yang lebih humanis, ramah keluarga, dan inklusif,” katanya, menekankan bahwa adaptasi lokal merupakan cara untuk memperkuat identitas budaya Indonesia di era modern.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *