Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Petugas Lanjutkan Pemadaman Hari Ketiga

2 Juli 2026 – Upaya memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih terus berlangsung setelah kobaran api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan. Memasuki hari ketiga penanganan, tim gabungan kembali melanjutkan proses pemadaman sejak pagi dengan mengerahkan personel dan peralatan tambahan. Kondisi tumpukan sampah yang mudah menyimpan bara api menjadi tantangan utama sehingga proses penanganan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran biasa.

Petugas pemadam kebakaran menyebutkan bahwa titik titik api masih ditemukan di sejumlah area TPA meski pemadaman telah dilakukan secara intensif selama beberapa hari terakhir. Karakteristik material sampah yang mudah menyimpan panas menyebabkan api dapat kembali muncul meski permukaan terlihat telah padam. Oleh karena itu, proses pendinginan dan penyemprotan air harus dilakukan secara menyeluruh agar bara yang tersisa tidak kembali memicu kobaran api baru.

Kebakaran yang terjadi sejak Selasa lalu itu membuat seluruh unsur penanganan terus bekerja tanpa henti. Untuk mempercepat pengendalian situasi, petugas pemadam kebakaran dari wilayah Kota Tangerang turut dikerahkan sebagai bantuan. Kehadiran personel tambahan diharapkan dapat memperkuat proses pemadaman sehingga titik titik api yang masih aktif dapat segera diatasi dan tidak meluas ke area lainnya.

Selain pengerahan personel darat, penggunaan helikopter untuk operasi water bombing juga menjadi salah satu opsi dalam penanganan kebakaran. Namun, keputusan untuk kembali mengoperasikan helikopter akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Tim penanganan akan melakukan evaluasi terhadap situasi terkini sebelum menentukan apakah dukungan udara kembali diperlukan guna mempercepat proses pemadaman.

Proses pengendalian api menghadapi sejumlah kendala yang cukup berat. Kondisi cuaca yang panas disertai embusan angin kencang membuat api lebih mudah menyebar ke bagian lain dari tumpukan sampah. Faktor tersebut juga menyebabkan bara yang sebelumnya tampak padam dapat kembali menyala ketika terkena hembusan angin. Situasi ini mengharuskan petugas terus melakukan pemantauan secara menyeluruh di seluruh area TPA agar potensi penyebaran api dapat segera diantisipasi.

Untuk mendukung operasi pemadaman, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran disiagakan di lokasi. Seluruh armada tersebut memaksimalkan penyemprotan air menggunakan selang bertekanan tinggi ke berbagai titik yang masih mengeluarkan asap maupun kobaran api. Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya menurunkan suhu tumpukan sampah sekaligus mencegah munculnya titik api baru.

Sebelumnya, operasi water bombing juga telah dilaksanakan menggunakan helikopter yang menjatuhkan air ke area kebakaran. Operasi udara tersebut dihentikan sementara saat sore hari dan direncanakan kembali dilanjutkan pada keesokan harinya dengan dukungan dua unit helikopter apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan dari udara. Sinergi antara personel darat dan dukungan udara diharapkan mampu mempercepat proses pengendalian kebakaran.

Hingga saat ini, petugas masih terus berjibaku di lokasi untuk memastikan api benar benar padam dan tidak kembali menyala. Seluruh unsur yang terlibat tetap bersiaga penuh sambil memantau perkembangan situasi dari waktu ke waktu. Prioritas utama penanganan adalah mengendalikan seluruh titik api, menjaga keselamatan petugas, serta mencegah kebakaran meluas sehingga aktivitas di sekitar kawasan TPA dapat kembali berlangsung dengan aman. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *