Jakarta, 28 Desember 2025 – Stasiun Siantar menjelma menjadi hub strategis dalam sistem distribusi bahan bakar minyak PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara, terutama untuk melayani wilayah Tapanuli yang masih dalam proses pemulihan pascabanjir bandang. Posisi geografis Siantar yang berada di jalur tengah antara Medan dan wilayah pegunungan menjadikannya titik distribusi ideal untuk menjangkau berbagai daerah di sekitarnya. Peran sentral stasiun ini semakin vital menjelang tahun baru ketika permintaan bahan bakar meningkat drastis baik untuk kebutuhan bantuan kemanusiaan maupun aktivitas wisata.
Setiap hari, Stasiun Siantar menerima 30 gerbong ketel berisi total 1.020 kilo liter bahan bakar dari Stasiun Labuan di Medan. Volume besar ini kemudian didistribusikan ke Depo Pertamina Siantar yang berfungsi sebagai pusat penyaluran untuk wilayah Sibolga, Tapanuli, dan Samosir. Proses bongkar muat di stasiun ini dilakukan dengan sistem yang efisien untuk memastikan bahan bakar dapat segera diteruskan ke stasiun pengisian bahan bakar umum. Kecepatan distribusi dari Stasiun Siantar menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kelangkaan di daerah-daerah terpencil yang aksesnya lebih terbatas.
Plt. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan fungsi krusial Stasiun Siantar dalam jaringan distribusi energi regional. “Penambahan suplai ini menjadi krusial karena Depo Pertamina di Siantar merupakan jantung pasokan bagi wilayah Sibolga, Tapanuli, hingga Samosir, terutama untuk mendukung operasional kendaraan pengangkut bantuan kemanusiaan,” ungkapnya. Pernyataan ini menggambarkan bagaimana satu titik distribusi dapat memiliki dampak luas terhadap kelancaran aktivitas di banyak wilayah sekaligus.
Keberhasilan Stasiun Siantar dalam menjalankan fungsinya sebagai jantung distribusi BBM tidak terlepas dari dukungan infrastruktur yang memadai dan tim operasional yang profesional. Kapasitas tampung yang besar dan sistem logistik yang terorganisir memungkinkan stasiun ini menangani lonjakan volume tanpa hambatan berarti. Di momen tahun baru ini, Stasiun Siantar membuktikan diri sebagai aset vital dalam menjaga stabilitas pasokan energi untuk wilayah Sumatera Utara bagian tengah dan sekitarnya.
(Redaksi)

