Jakarta, 7 Desember 2025 – Stasiun Manggarai kembali menegaskan posisinya sebagai pusat perpindahan penumpang terbesar dalam layanan Commuter Line Jabodetabek. Tingginya aktivitas di stasiun ini mencerminkan peran Manggarai sebagai simpul utama dalam sistem transportasi perkotaan.
Sepanjang Januari–November 2025, Manggarai mencatat lebih dari 52 juta transaksi transit, menunjukkan intensitas pergerakan yang jauh lebih tinggi dibanding stasiun lainnya. Selain itu, transaksi gate in–out mencapai lebih dari 9,6 juta perjalanan.
Menurut KAI, angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas penumpang memanfaatkan Manggarai sebagai titik pergantian rute, terutama menuju jalur-jalur destinasi utama seperti Bogor, Bekasi, dan Tanah Abang. Perannya diperkuat dengan kehadiran layanan Commuter Line Bandara.
Untuk mengakomodasi volume pergerakan yang besar, sejumlah fasilitas dan jalur perpindahan di Manggarai terus ditata ulang. Area transit diperluas agar sirkulasi penumpang tidak tersendat, terutama pada jam sibuk.
Fasilitas informasi seperti papan elektronik, peta jaringan, dan petunjuk arah diperbarui untuk memudahkan navigasi di area stasiun yang sangat dinamis tersebut. Penyusunan ulang zona tunggu juga membantu mengurangi kepadatan.
Selain menjadi pusat perpindahan, Manggarai juga berperan sebagai titik integrasi antara KRL dan moda lanjutan. Perpindahan menuju bus kota dan transportasi daring kini lebih mudah berkat penataan akses keluar yang lebih terstruktur.
Dengan pergerakan yang begitu besar, Manggarai menjadi indikator penting dalam membaca pola mobilitas harian di Jabodetabek. Setiap peningkatan layanan di stasiun ini berdampak signifikan terhadap kualitas perjalanan masyarakat.
KAI memastikan bahwa Manggarai akan terus ditingkatkan sebagai stasiun transit modern dengan fasilitas lengkap dan akses yang semakin mudah. Hal ini sejalan dengan visi membangun transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Redaksi)

