Jakarta, 21 September 2025 – Peran Stasiun Ketapang dalam mendorong konektivitas tidak hanya terbatas pada aspek transportasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal Banyuwangi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyadari bahwa infrastruktur transportasi yang baik menjadi katalisator utama bagi pengembangan ekonomi daerah, menciptakan multiplier effect yang menguntungkan berbagai sektor usaha di sekitar stasiun.
Kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal tercermin melalui aktivitas perdagangan dan jasa yang berkembang di sekitar Stasiun Ketapang. Kehadiran ribuan penumpang setiap hari, yang dapat mencapai 24.000 pada puncak liburan, menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal. Berbagai usaha seperti penginapan, rumah makan, jasa transportasi lokal, dan perdagangan souvenir tumbuh subur memanfaatkan arus penumpang yang menggunakan stasiun sebagai gateway menuju berbagai destinasi.
Dampak ekonomi juga dirasakan oleh sektor pariwisata daerah, dimana Stasiun Ketapang menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi keindahan alam Banyuwangi. Destinasi seperti Pantai Watu Dodol, Pantai Boom, dan Bangsring Underwater menjadi lebih mudah diakses, sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
“Stasiun ini menjadi gerbang utama bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dari dan menuju Pulau Jawa, serta memfasilitasi konektivitas antar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ungkap VP Public Relations KAI, Anne Purba. Pengembangan konektivitas yang berkelanjutan melalui peningkatan fasilitas dan layanan digital diharapkan akan semakin memperkuat peran Stasiun Ketapang sebagai penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
(Redaksi)

