Semarang, 20 Oktober 2025 – Stasiun Alastua semakin menegaskan posisinya sebagai titik penting dalam jaringan transportasi dan investasi di timur Semarang. Memiliki luas lahan 90.250 meter persegi serta letak strategis, stasiun ini dipercaya berpotensi menghubungkan Kota Semarang dengan sejumlah kabupaten di pantura utara seperti Demak dan Jepara.

Penambahan layanan KA Banyubiru relasi Semarang Tawang – Solo Balapan sejak September 2024 diyakini meningkatkan konektivitas dan alternatif transportasi bagi masyarakat setempat. “Volume penumpang KA Banyubiru di Stasiun Alastua telah mencapai lebih dari 10 ribu dalam tahun pertama operasionalnya,” kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Menurut Franoto, pengembangan Stasiun Alastua akan memberi dampak positif terhadap ekonomi kawasan, khususnya karena kedekatannya dengan kawasan industri Genuk serta jalur logistik utama. Ia menyampaikan pentingnya pemanfaatan lahan untuk mendukung investasi dan layanan transportasi.

Stasiun ini juga menyimpan nilai sejarah sebagai bagian dari jalur kereta api pertama di Indonesia yang diresmikan pada 1867. Franoto menambahkan, pengembangan stasiun bersejarah ini diharapkan menjadi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur transportasi di Semarang bagian timur. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *