Jakarta, 24 Desember 2025 – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penilaian kritis terhadap pembangunan Stasiun Gambir yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia selama ini. Teddy menilai bahwa upaya pembangunan dan pemeliharaan stasiun masih bersifat stagnan tanpa adanya inovasi atau transformasi signifikan yang dapat meningkatkan kualitas dan fungsi stasiun tersebut.
Penilaian ini disampaikan Teddy berdasarkan pengamatannya yang telah mengenal Stasiun Gambir sejak masa kecil hingga saat ini. Ia melihat bahwa meskipun telah melewati beberapa dekade, kondisi stasiun masih relatif sama tanpa perubahan berarti yang dapat dirasakan oleh penumpang. “Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah,” ungkap Teddy.
Sekretaris Kabinet menekankan bahwa penilaian ini bukan dimaksudkan untuk mengkritik tanpa solusi, melainkan untuk mendorong KAI agar lebih proaktif dalam melakukan pengembangan stasiun. Ia meminta agar KAI tidak hanya fokus pada pemeliharaan rutin tetapi juga melakukan inovasi dan transformasi yang dapat mengangkat kualitas Stasiun Gambir setara dengan stasiun-stasiun modern di negara lain.
Menanggapi penilaian tersebut, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengakui bahwa pengembangan Stasiun Gambir memang belum optimal dan menyatakan komitmen untuk melakukan percepatan transformasi. KAI akan melaksanakan pengembangan dengan pendekatan yang lebih progresif dan inovatif, termasuk penerapan konsep Transit Oriented Development dan integrasi dengan sistem mobilitas perkotaan untuk mewujudkan stasiun yang modern dan representatif.
(Redaksi)

