Jakarta, 16 November 2025 — Rail Library kembali membuktikan diri sebagai layanan sosial yang paling digemari pelajar di berbagai daerah. Sepanjang Oktober 2025, kehadiran perpustakaan bergerak milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini menjadi magnet yang menarik perhatian pelajar, terutama di wilayah sekitar jalur rel yang terbatas akses literasinya.
Kegiatan pertama berlangsung di Stasiun Krian, Sidoarjo. Sejak pagi, anak-anak sekolah mulai berdatangan untuk membaca buku cerita, buku pengetahuan, hingga buku aktivitas yang disediakan. Rail Library menjadi ruang baru bagi mereka untuk menikmati bacaan yang jarang mereka temui di sekolah maupun rumah.
Di Stasiun Ledokombo, Kabupaten Jember, suasana serupa juga terjadi. Pelajar tampak memenuhi sudut-sudut Rail Library dan memilih buku sesuai minat mereka. Banyak dari mereka mengaku baru pertama kali melihat koleksi buku ilustratif yang menarik dan interaktif. Kehadiran tim KAI Daop 9 Jember menambah warna melalui sesi edukasi ringan tentang pentingnya membaca.
Stasiun Klari, Karawang, menjadi lokasi ketiga. KAI Daop 1 Jakarta menyediakan koleksi buku yang lebih beragam, menarik perhatian pelajar dari sekolah-sekolah sekitar. Pelajar tampak menikmati kesempatan untuk membaca sambil berdiskusi bersama teman-temannya. Suasana stasiun berubah menjadi ruang belajar terbuka yang menyenangkan.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menegaskan bahwa Rail Library dibangun untuk memperkuat budaya literasi sejak dini. “Kami ingin anak-anak di sekitar jalur rel memiliki akses bacaan yang mudah dan menyenangkan. Rail Library menjadi jembatan bagi mereka dalam memperluas pengetahuan,” ujarnya.
Peningkatan jumlah pelajar yang memanfaatkan layanan Rail Library sejalan dengan naiknya angka penerima manfaat program sosial KAI. Periode Januari–Oktober 2025 mencatat 7.382 penerima manfaat layanan kesehatan dan literasi, melampaui capaian tahun 2024.
Rail Library bukan hanya menghadirkan buku, tetapi juga suasana belajar yang inklusif. Para petugas memberikan pendampingan untuk membantu anak-anak menemukan buku sesuai minat dan memberikan edukasi literasi sederhana. Hal ini menjadi salah satu faktor meningkatnya minat baca anak-anak.
Program Rail Library akan kembali dilanjutkan pada November 2025 di Stasiun Kedungjati dan Stasiun Payakabung. KAI tengah mempersiapkan tambahan koleksi buku untuk memenuhi minat pelajar di dua wilayah tersebut.
Dengan semakin luasnya jangkauan Rail Library, KAI berharap masyarakat di sekitar jalur rel semakin dekat dengan budaya membaca dan menjadikan literasi sebagai bagian penting dalam pembangunan generasi muda. (Redaksi)

