Jakarta, 29 November 2025 – Pertumbuhan signifikan jumlah pelanggan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dikaitkan dengan komitmen transparansi informasi yang dipaparkan dalam Festival Media Digital Pemerintah (FMDP) 2025. Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba menjelaskan korelasi antara keterbukaan informasi dengan peningkatan kepercayaan masyarakat yang tercermin dari pertumbuhan pengguna layanan. Forum yang berlangsung di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta ini dibuka oleh Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo yang menekankan pentingnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan.
Forum yang diselenggarakan Biro Hubungan Masyarakat KPK mengusung tema “Partisipasi Publik di Ruang Digital: Sinergi untuk Transparansi”. Anne memaparkan data bahwa jumlah pelanggan KAI Group mencapai 413.867.221 orang pada Januari hingga Oktober 2025, meningkat 8,15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang dibangun melalui transparansi informasi dan pelayanan yang konsisten.
Anne menjelaskan bahwa transparansi informasi menciptakan kepercayaan yang kemudian mendorong lebih banyak masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi utama. Keterbukaan tentang jadwal, tarif, kinerja ketepatan waktu, hingga upaya peningkatan layanan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa KAI dapat diandalkan. “Kepercayaan masyarakat pun terus meningkat, terlihat dari jumlah pelanggan KAI Group yang mencapai 413.867.221 orang pada Januari–Oktober 2025 atau tumbuh 8,15% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Anne dalam paparannya.
Dalam sesi dialog, Anne menekankan bahwa pertumbuhan pelanggan bukan hanya soal peningkatan jumlah tetapi juga cerminan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI. Indeks Kepuasan Pelanggan 2024 yang mencapai 4,50 menjadi bukti bahwa transparansi informasi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan. Kehadiran dalam FMDP 2025 memperkuat pesan bahwa transparansi informasi bukan hanya kewajiban regulasi tetapi strategi bisnis yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.
(Redaksi)

