Jakarta, 25 Oktober 2025 – Bagi masyarakat Cilegon dan sekitarnya, Stasiun Merak telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas harian. Dari pekerja komuter hingga wisatawan, ribuan orang setiap harinya mengandalkan perjalanan kereta dari dan menuju stasiun ini.
Dengan 14 perjalanan KA Commuter Line Merak–Rangkasbitung setiap hari, Stasiun Merak menjadi pilihan utama transportasi yang efisien dan terjangkau. Lokasinya yang strategis di dekat pelabuhan juga menjadikannya pusat mobilitas warga yang hendak menyeberang ke Sumatera.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan pentingnya keberadaan stasiun ini dalam mendukung konektivitas masyarakat. “Stasiun Merak memiliki nilai sejarah yang tinggi sekaligus fungsi strategis sebagai gerbang konektivitas Jawa dan Sumatera. KAI berkomitmen menjaga nilai historis bangunan ini sambil memastikan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.
Setiap hari, sekitar 1.300 pelanggan menggunakan layanan dari Stasiun Merak. Sebagian besar merupakan komuter harian yang bekerja di kawasan industri Cilegon dan sekitarnya, sementara lainnya adalah penumpang yang melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sumatera.
Kehadiran stasiun ini telah membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di jalur darat, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu tempuh masyarakat yang melakukan perjalanan jarak menengah.
Selain layanan transportasi, fasilitas publik di stasiun ini juga turut mendukung kenyamanan pelanggan, seperti ruang tunggu, loket tiket, musala, dan toilet bersih.
KAI juga menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi Access by KAI yang memudahkan masyarakat dalam mengatur perjalanan dengan cepat dan praktis.
Dengan perannya yang vital, Stasiun Merak tak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga simbol konektivitas yang menggerakkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setiap hari. (Redaksi)

