Jakarta, 27 Desember 2025 – Kereta api Makassar-Parepare mencatat 10.767 penumpang selama periode pasca Natal menuju Tahun Baru. Angka ini dicatat selama periode 18 hingga 26 Desember 2025 yang menunjukkan kontribusi layanan kereta api di Sulawesi Selatan terhadap mobilitas regional. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa meski volume penumpang relatif kecil dibanding layanan di Jawa, keberadaan KA Makassar-Parepare sangat penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Layanan kereta api ini menjadi bukti ekspansi jaringan kereta api Indonesia ke luar Jawa dan komitmen pemerintah dalam pemerataan infrastruktur transportasi berkualitas yang memberikan akses mobilitas yang lebih baik bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
KA Makassar-Parepare menghubungkan dua kota penting di Sulawesi Selatan dengan menawarkan alternatif transportasi yang lebih nyaman dan aman dibanding moda darat lainnya. Anne menjelaskan bahwa pengembangan kereta api di luar Jawa masih memiliki tantangan namun juga potensi yang sangat besar. Dengan rata-rata sekitar 1.200 penumpang per hari, layanan ini menunjukkan penerimaan positif dari masyarakat lokal. “Konsistensi layanan seluruh entitas KAI Group selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru menjaga kesinambungan mobilitas nasional, memperkuat pergerakan wisata domestik, serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah hingga pergantian tahun,” tutup Anne.
Capaian 10.767 penumpang menunjukkan bahwa layanan kereta api di Sulawesi mulai diterima masyarakat meski masih dalam tahap pengembangan. KAI Group terus berupaya meningkatkan sosialisasi dan kualitas layanan untuk menarik lebih banyak penumpang. Dengan potensi wisata dan ekonomi Sulawesi Selatan yang besar, kereta api diharapkan dapat menjadi moda transportasi utama di masa depan. KAI berkomitmen untuk terus mengembangkan jaringan kereta api di luar Jawa. KA Makassar-Parepare yang melayani lebih dari 10 ribu penumpang menuju Tahun Baru menunjukkan langkah awal yang baik dalam pengembangan transportasi kereta api di kawasan timur Indonesia.
(Redaksi)

