Jakarta, 28 Oktober 2025 – Hasil evaluasi kinerja yang dilaksanakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan bahwa LRT Jabodebek telah mencatat pencapaian yang sangat impresif dengan melayani 23 juta penumpang pada periode Januari hingga 26 Oktober 2025, meningkat signifikan sebesar 39 persen dibandingkan dengan pencapaian serupa di tahun 2024 yang hanya mencapai 16.503.087 penumpang. Pencapaian 23 juta penumpang ini merupakan bukti nyata dari keberhasilan KAI dalam mengembangkan dan mengelola sistem transportasi publik yang tidak hanya memenuhi harapan penumpang, tetapi juga melampaui ekspektasi tersebut. Evaluasi kinerja yang komprehensif ini telah menganalisis berbagai aspek operasional dan layanan yang berkontribusi terhadap pencapaian luar biasa ini, dan telah mengidentifikasi berbagai faktor kesuksesan yang harus dipertahankan serta area-area untuk perbaikan yang harus dilaksanakan pada periode mendatang. Pencapaian 23 juta penumpang ini menempatkan LRT Jabodebek sebagai salah satu sistem transportasi publik berbasis rel yang paling sukses di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dalam hal pertumbuhan pengguna.

Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pencapaian 23 juta penumpang ini merepresentasikan komitmen KAI terhadap peningkatan kualitas pelayanan transportasi publik yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Jabodetabek. Anne mengatakan bahwa setiap penumpang yang menggunakan LRT Jabodebek adalah cerminan dari kepercayaan publik terhadap KAI untuk memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Pencapaian 23 juta penumpang juga menunjukkan bahwa strategi pemasaran dan promosi KAI telah berhasil meningkatkan kesadaran merek terhadap LRT Jabodebek secara signifikan di kalangan masyarakat Jabodetabek yang semakin luas. Anne menjelaskan, “Tren ini memperlihatkan bahwa LRT Jabodebek telah menjadi bagian dari kehidupan harian warga Jabodetabek, baik untuk perjalanan kerja maupun rekreasi,” yang menunjukkan bahwa LRT Jabodebek tidak hanya sekadar pilihan transportasi, tetapi telah menjadi kebiasaan dan bagian integral dari rutinitas harian masyarakat urban Jabodetabek.

Evaluasi kinerja menganalisis komposisi dari 23 juta penumpang yang dilayani oleh LRT Jabodebek pada periode Januari–26 Oktober 2025, dan menemukan bahwa pengguna berasal dari berbagai demografi, lokasi geografis, dan keperluan perjalanan yang sangat beragam. Data ini menunjukkan bahwa proposisi nilai yang ditawarkan oleh LRT Jabodebek memiliki daya tarik yang sangat universal dan dapat relevan bagi berbagai segmen masyarakat urban. Rata-rata 104.055 penumpang per hari kerja dan 45.453 penumpang per akhir pekan menunjukkan pola penggunaan yang sangat stabil dan dapat diprediksi, yang memberikan keyakinan kepada KAI dalam perencanaan operasional dan pengembangan infrastruktur ke depan. Pencapaian 23 juta penumpang ini juga berkontribusi signifikan terhadap penerimaan pendapatan KAI, yang dapat digunakan untuk reinvestasi dalam peningkatan kualitas layanan dan ekspansi jaringan LRT Jabodebek.

Dengan pencapaian 23 juta penumpang pada periode ini, KAI menargetkan untuk terus meningkatkan volume pengguna pada periode-periode berikutnya melalui berbagai inisiatif strategis yang telah diidentifikasi dalam evaluasi kinerja. Inisiatif-inisiatif ini mencakup ekspansi jaringan LRT ke area-area baru yang belum terlayani, peningkatan frekuensi keberangkatan pada jam-jam puncak, serta peningkatan kapabilitas integrasi dengan moda transportasi publik lainnya untuk membuat LRT Jabodebek semakin mudah diakses dan nyaman bagi pengguna potensial. KAI berkomitmen untuk mempertahankan momentum pertumbuhan yang telah dicapai ini dan menargetkan untuk mencapai 30 juta penumpang pada tahun 2026, yang akan menjadi pencapaian yang sangat signifikan dalam sejarah perkembangan transportasi publik di Indonesia.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *