Jakarta, 28 Oktober 2025 – Hasil evaluasi kinerja yang dilaksanakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuktikan bahwa LRT Jabodebek telah berhasil menjadi sistem transportasi publik yang benar-benar inklusif dan ramah bagi semua kalangan pengguna, tanpa memandang usia, kondisi fisik, status sosial ekonomi, atau demografi lainnya. Evaluasi kinerja yang komprehensif ini menganalisis berbagai dimensi dari inklusivitas dan aksesibilitas, dan menemukan bahwa KAI telah berhasil mengimplementasikan berbagai inisiatif yang membuat LRT Jabodebek mudah diakses dan nyaman bagi berbagai macam pengguna potensial. Dari pelajar yang menggunakan LRT Jabodebek untuk perjalanan pulang-pergi ke sekolah atau universitas, pekerja muda yang mencari transportasi yang efisien, profesional yang menghargai keandalan dan keteraturan dalam perjalanan, hingga lansia dan penyandang disabilitas yang memerlukan fasilitas khusus, LRT Jabodebek telah berhasil menjadi pilihan yang layak dan menarik bagi semua kalangan. Fakta bahwa LRT Jabodebek dapat melayani dengan baik berbagai kalangan pengguna ini merupakan bukti nyata dari komitmen KAI terhadap penyediaan layanan yang inklusif.
Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI Anne Purba menjelaskan bahwa keramahan LRT Jabodebek untuk semua kalangan merupakan hasil dari filosofi desain strategis yang telah diterapkan sejak tahap perencanaan sistem transportasi publik ini. Anne mengatakan bahwa ketika KAI merancang LRT Jabodebek, perusahaan tidak hanya fokus pada efisiensi teknis dari sistem, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan dimensi manusia yang akan memastikan bahwa layanan dapat diterima dan digunakan oleh semua segmen masyarakat. Anne menjelaskan bahwa fasilitas-fasilitas yang telah disediakan di LRT Jabodebek dirancang dengan prinsip desain universal, yaitu filosofi desain yang berupaya membuat produk atau layanan yang dapat digunakan oleh semua orang dengan kemampuan yang beragam tanpa memerlukan adaptasi khusus. Anne menjelaskan, “Kami ingin memastikan semua pelanggan tanpa terkecuali, dapat merasakan pengalaman transportasi yang inklusif,” yang menunjukkan bahwa komitmen terhadap inklusivitas telah menjadi tertanam dalam nilai inti organisasi KAI.
Evaluasi kinerja mengidentifikasi berbagai faktor yang membuat LRT Jabodebek ramah untuk semua kalangan, termasuk harga tiket yang terjangkau dan kompetitif dibandingkan dengan alternatif transportasi lainnya sehingga dapat diakses oleh berbagai segmen pendapatan masyarakat, ketersediaan berbagai metode pembayaran yang fleksibel termasuk aplikasi pembayaran ponsel untuk memudahkan transaksi bagi berbagai kalangan, aksesibilitas fisik yang baik dengan ketersediaan lift, eskalator, dan fasilitas lainnya untuk memfasilitasi mobilitas berbagai kalangan, serta ketersediaan berbagai pilihan fasilitas di dalam kereta dan stasiun termasuk pendingin udara, toilet, ruang ibadah, dan area pedagang makanan minuman yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan penumpang. Selain itu, keramahan petugas KAI dalam melayani semua kalangan penumpang tanpa diskriminasi juga merupakan faktor penting yang membuat LRT Jabodebek dipersepsikan sebagai ramah dan menerima oleh berbagai kalangan pengguna.
Dengan membuktikan bahwa LRT Jabodebek ramah untuk semua kalangan melalui evaluasi kinerja ini, KAI memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan dalam menarik pengguna dari berbagai segmen pasar. KAI berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan keramahan LRT Jabodebek melalui berbagai inisiatif berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan aksesibilitas, peningkatan kualitas layanan, dan peningkatan responsivitas terhadap kebutuhan yang beragam dari penumpang. Dengan mempertahankan komitmen ini, KAI yakin bahwa LRT Jabodebek akan terus menjadi pilihan mobilitas yang menarik dan inklusif bagi semua kalangan masyarakat Jabodetabek dan dapat memberikan dampak sosial yang sangat positif dalam meningkatkan kualitas hidup dari jutaan pengguna layanan ini.
(Redaksi)

