Jakarta, 24 Desember 2025 – Volume pelayanan Stasiun Gambir yang mencapai 156 ribu penumpang keberangkatan selama masa angkutan Nataru menjadi dasar tuntutan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kepada PT Kereta Api Indonesia untuk segera membenahi stasiun tersebut. Angka penumpang yang tinggi ini menunjukkan betapa strategisnya peran Gambir dalam sistem transportasi nasional.
Data hingga 23 Desember 2025 menunjukkan bahwa Stasiun Gambir akan melayani 156.002 pelanggan untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan untuk kedatangan kereta api jarak jauh. Angka yang masih berpotensi bertambah ini menjadi bukti nyata bahwa Gambir merupakan simpul mobilitas vital yang memerlukan fasilitas dan pelayanan optimal untuk menampung volume penumpang yang besar.
Teddy menekankan bahwa volume pelayanan yang tinggi harus diiringi dengan kualitas fasilitas dan kenyamanan yang memadai. Ia menuntut KAI untuk tidak mengabaikan fakta bahwa ratusan ribu penumpang mengandalkan Stasiun Gambir setiap tahunnya, sehingga pembenahan menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak. “Mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” tegas Teddy.
Merespons tuntutan tersebut, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa perusahaan memahami urgensi pembenahan Stasiun Gambir. KAI akan melakukan pengembangan bertahap yang memprioritaskan peningkatan kapasitas pelayanan, perbaikan fasilitas penumpang, dan penguatan sistem manajemen arus penumpang. Pengembangan juga akan mencakup integrasi dengan berbagai moda transportasi untuk memudahkan akses dan meningkatkan kenyamanan penumpang.
(Redaksi)

