Jakarta, 25 September 2025 – Kenyamanan kursi kapten menjadi standar baru di KA Matarmaja New Generation yang mulai beroperasi pada 28 September 2025. Penetapan standar baru ini menandai evolusi signifikan dalam layanan kereta ekonomi Indonesia, dimana kenyamanan premium yang selama ini hanya tersedia di kelas eksekutif kini dapat dinikmati dengan harga terjangkau. Kursi kapten dengan desain ergonomis dan fitur pengaturan kemiringan ini menjadi benchmark baru dalam industri transportasi kereta api nasional.
Standar kenyamanan kursi kapten ini diimplementasikan melalui desain captain seat dengan kapasitas 72 unit per kereta. Setiap kursi dirancang dengan pertimbangan ergonomi yang mendukung postur tubuh selama perjalanan panjang, dilengkapi dengan kemampuan pengaturan kemiringan yang memungkinkan penumpang untuk beristirahat dengan nyaman. Orientasi kursi yang searah dengan laju kereta api juga membantu mengurangi efek motion sickness, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan bagi penumpang.
Implementasi standar baru ini merupakan hasil kerja keras tim modifikasi Balai Yasa Manggarai yang telah mengembangkan teknologi kursi sesuai dengan kebutuhan spesifik penumpang Indonesia. Setiap aspek kenyamanan dipertimbangkan dengan cermat, mulai dari material berkualitas tinggi hingga desain yang mengoptimalkan ruang dan kenyamanan. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menekankan pentingnya standar baru ini dalam meningkatkan citra kereta ekonomi. “KA Matarmaja adalah salah satu kereta ekonomi komersial yang hingga kini masih menggunakan kursi tegak. Kini kami hadirkan kursi searah laju kereta api, lebih ergonomis, dan bisa diatur kemiringannya. Perjalanan jauh Jakarta–Malang akan semakin nyaman tanpa kehilangan jati diri Matarmaja sebagai kereta rakyat,” ujar Anne.
Standar kenyamanan kursi kapten ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kereta ekonomi lainnya di Indonesia. Rute Jakarta-Malang yang melintasi berbagai kota strategis kini dapat dinikmati dengan standar internasional, membuktikan bahwa kereta ekonomi Indonesia mampu bersaing dengan moda transportasi premium lainnya. Penetapan standar baru ini bukan hanya meningkatkan daya saing KA Matarmaja, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat transportasi kereta api sebagai pilihan cerdas masyarakat Indonesia yang menginginkan perjalanan berkualitas dengan harga yang tetap ramah di kantong.
(Redaksi)

