Jember, 14 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember secara serius melaksanakan program pemeriksaan kebugaran jasmani komprehensif untuk seluruh personelnya. Inisiatif ini merupakan perwujudan tanggung jawab perusahaan untuk menjamin bahwa setiap pekerja, terutama yang berada di garis depan pelayanan, memiliki kondisi fisik dan mental yang optimal. Kesiapan prima dari para pekerja ini merupakan faktor esensial dalam mewujudkan layanan transportasi kereta api yang aman, terjamin, dan berkualitas tinggi bagi masyarakat. Kegiatan yang telah dimulai sejak 12 November 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Desember 2025 ini bertujuan utama untuk mengidentifikasi dan memetakan tingkat kebugaran masing-masing karyawan. Pemeriksaan ini sangat krusial mengingat kompleksitas dan tuntutan operasional perkeretaapian yang memerlukan tingkat fokus, ketahanan, dan stamina fisik yang konsisten, terutama bagi staf yang bertugas langsung di lapangan seperti Awak Sarana Perkeretaapian (ASP). Dengan memegang teguh prinsip bahwa sumber daya manusia adalah aset vital, KAI Daop 9 Jember mengambil langkah proaktif untuk menjaga standar kesehatan dan keselamatan kerja tetap berada di level tertinggi.

Pelaksanaan tes kebugaran ini dirancang dalam dua periode utama guna memastikan kelancaran proses dan tidak mengganggu jadwal operasional layanan penumpang dan barang. Gelombang pertama, yang berlangsung dari 12 hingga 22 November 2025, secara spesifik menyasar garda terdepan pelayanan, meliputi Masinis, Asisten Masinis, Kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan Tenaga Kerja Atas (TKA). Sementara itu, gelombang kedua akan menyusul pada 24 November hingga 12 Desember 2025, dikhususkan bagi seluruh pekerja organik lainnya di luar kategori ASP. Program pemeriksaan ini diwajibkan bagi seluruh pekerja organik KAI Daop 9 yang hasil Medical Check-Up (MCU) atau pendalaman MCU tahun 2025 mereka menunjukkan kategori sehat, yakni dengan perolehan nilai A atau B. Seluruh rangkaian tes dilaksanakan secara terpusat di tiga fasilitas kesehatan KAI, yaitu Klinik Mediska Probolinggo, Klinik Mediska Banyuwangi, dan Klinik Mediska Ketapang, memastikan aksesibilitas dan hasil yang terstandarisasi.

Manajemen KAI Daop 9 Jember menegaskan bahwa program ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang dalam keselamatan operasional. Mereka menyadari betul bahwa kualitas pelayanan dan keselamatan perjalanan berbanding lurus dengan kesehatan fisik para personel yang bertugas. Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menekankan pentingnya peran pekerja dalam ekosistem transportasi. “Di balik lancarnya perjalanan kereta api, ada kru-kru kami yang bekerja tanpa lelah. Kebugaran mereka adalah jaminan keselamatan bagi ribuan pelanggan yang kami layani setiap hari,” ujar Cahyo, menegaskan bahwa kesehatan pekerja adalah aset sekaligus prioritas utama perusahaan. Komitmen ini mencerminkan filosofi bahwa sumber daya manusia yang andal dan bugar adalah fondasi utama bagi terciptanya ekosistem perjalanan kereta api yang humanis, selamat, dan nyaman.

Data hasil pemeriksaan ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi perusahaan. Cahyo Widiantoro menjelaskan bahwa informasi yang diperoleh akan menjadi basis untuk langkah-langkah tindak lanjut yang terukur. “Hasilnya nanti akan digunakan untuk melakukan pemetaan kebugaran pekerja. Jika kami mengetahui petanya, kami bisa merancang program pembinaan atau intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran bagi setiap individu,” tambahnya. Untuk menjamin akurasi hasil, para pekerja juga diimbau untuk melakukan persiapan optimal, seperti istirahat malam minimal 7 jam sebelum tes. Program ini secara keseluruhan menegaskan bahwa KAI Daop 9 Jember tidak hanya berfokus pada pemeliharaan sarana, tetapi juga pada penjagaan stamina dan kesejahteraan 980 pekerja di wilayah operasinya. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *