Jakarta, 21 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung proses pemulihan operasional Kereta Api Harina pasca insiden di perlintasan sebidang Kaligawe. Kereta nomor 100 relasi Bandung-Surabaya Pasarturi berhasil kembali berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pada Selasa malam pukul 20.08 WIB setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan penggantian komponen untuk menjamin keselamatan perjalanan.
Peristiwa terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 16.37 WIB saat rangkaian Kereta Api Harina tertemper truk di perlintasan sebidang terjaga Jalan Perlintasan Lintasan nomor 5 Kaligawe. Menghadapi situasi darurat tersebut, tim operasional segera melakukan tindakan evakuasi dengan menarik rangkaian kereta menuju Stasiun Semarang Tawang. Proses evakuasi berjalan lancar dan selesai pada pukul 18.10 WIB, memungkinkan tim teknis untuk segera melakukan pemeriksaan detail terhadap kondisi fisik dan mekanis rangkaian kereta.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, memberikan penjelasan mengenai upaya pemulihan yang dilakukan dengan sistematis. Menurutnya, setibanya di Stasiun Semarang Tawang, petugas segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan rangkaian kereta untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum perjalanan dilanjutkan. “Dalam proses tersebut, KAI Daop 4 juga melakukan penggantian lokomotif dan kereta pembangkit guna memastikan kondisi sarana dalam keadaan prima dan aman untuk beroperasi,” kata Franoto. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian maksimal sebelum kereta kembali beroperasi.
Kereta Harina akhirnya kembali berangkat dengan keterlambatan sekitar 218 menit dari jadwal awal. KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak dan memastikan bahwa selama proses penanganan, penumpang tetap mendapatkan pelayanan baik berupa layanan pemulihan maupun informasi memadai di stasiun dan di atas kereta. Saat ini jalur antara Stasiun Semarang Tawang hingga Alastua telah kembali normal dan dapat dilalui semua perjalanan kereta api setelah pengecekan petugas prasarana. Franoto menambahkan, “Kami mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak yang membantu proses evakuasi dan normalisasi jalur,” sambil terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti penyebab kejadian dan mengimbau masyarakat mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang.
(Redaksi)

