Jakarta, 7 November 2025 – Kerja sama antara KAI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin dimantapkan untuk mempercepat pembenahan perlintasan kereta api yang tersebar di berbagai wilayah. Kesepakatan ini menjadi dorongan besar dalam menciptakan transportasi rel yang lebih aman dan mendukung kelancaran mobilitas harian masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Sate antara Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertegas komitmen kedua pihak dalam menangani perlintasan sebidang yang selama ini dianggap sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.

Gubernur Dedi mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil KAI, mulai dari sosialisasi hingga rekayasa teknis di lapangan. Ia menyatakan bahwa pembenahan perlintasan kereta membutuhkan kolaborasi intensif karena menyangkut keselamatan masyarakat secara langsung.

“Kami akan mendukung penuh langkah KAI dalam mengatasi permasalahan di perlintasan sebidang melalui pembangunan flyover dan underpass di titik-titik rawan. Keselamatan masyarakat adalah hal yang tidak bisa ditawar, dan kami siap bersinergi untuk mempercepat penyelesaiannya,” ujar Dedi.

Dalam rentang Januari hingga Oktober 2025, KAI telah mencatat 1.699 kegiatan sosialisasi keselamatan dan menutup atau mempersempit 290 perlintasan liar. Langkah-langkah ini merupakan upaya preventif sekaligus responsif terhadap kondisi di lapangan.

Di Indonesia terdapat 3.777 perlintasan kereta api, di mana 1.014 masih berstatus liar. Lokasi-lokasi inilah yang kini menjadi prioritas penanganan bersama antara KAI dan pemerintah daerah, mengingat potensinya yang tinggi terhadap kecelakaan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa pembenahan perlintasan merupakan bagian dari misi besar perusahaan untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan rekayasa teknis dilakukan demi kepentingan masyarakat.

“Kami berkolaborasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk menghadirkan transportasi berbasis rel yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Setiap pembangunan underpass atau penutupan perlintasan adalah langkah konkret untuk melindungi keselamatan masyarakat,” tegas Bobby.

Dengan sinergi yang semakin kuat, KAI dan Pemprov Jawa Barat optimistis bahwa pembenahan perlintasan dapat dilakukan lebih sistematis dan memberikan dampak signifikan dalam waktu dekat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pondasi bagi transportasi rel yang lebih aman dan terpercaya di Jawa Barat (Redaksi).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *