Jakarta, 30 September 2025 – Memasuki usia ke-80, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan peran strategisnya sebagai simpul konektivitas nasional. Integrasi antarmoda darat, laut, dan udara menjadi langkah nyata KAI untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan mendukung perkembangan ekonomi di berbagai daerah.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyebut integrasi ini sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan prima.
“Kami membangun tiga pilar integrasi yaitu ticketing, layanan, dan infrastruktur. Tujuannya agar pelanggan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang seamless, informasi tersedia dalam satu genggaman, dan simpul stasiun terkoneksi dengan berbagai moda. Inilah wujud Semakin Melayani di usia 80 tahun KAI,” jelas Anne.
Di sektor ticketing, Access by KAI menjadi kanal utama, mencatat 17,21 juta transaksi sepanjang Januari–Agustus 2025 atau 71,73 persen dari total penjualan. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan pembelian tiket kereta, tetapi juga mencakup reservasi hotel, layanan E-Porter, pembayaran listrik, serta tiket moda lain seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek. KAI bersama mitra tengah menyiapkan single ticketing lintas moda agar pelanggan dapat bepergian dengan satu aplikasi atau kartu.
Aspek layanan juga diperkuat inovasi yang meningkatkan kenyamanan perjalanan. Teknologi face recognition boarding telah digunakan 7,47 juta pelanggan di 22 stasiun besar. Fitur keberlanjutan berupa carbon footprint calculator diperkenalkan pada malam puncak HUT ke-80, sedangkan stasiun besar kini dilengkapi guiding block, female seat map, akses kursi roda, dan water station untuk mengurangi limbah plastik.
Integrasi infrastruktur menghadirkan stasiun sebagai pusat konektivitas. Stasiun Halim terkoneksi dengan Whoosh dan LRT Jabodebek, BNI City dengan MRT Jakarta dan Commuter Line, dan Manggarai menjadi pusat transit KA jarak jauh, Commuter, dan Bandara. Di luar Jawa, Stasiun Merak menghubungkan Pelabuhan Merak menuju Sumatra, sementara Stasiun Ketapang terkoneksi Pelabuhan Gilimanuk menuju Bali.
Manfaat integrasi terasa nyata bagi masyarakat. LRT Palembang melayani 3.001.558 pelanggan hingga Agustus 2025, naik 8,08 persen dibanding tahun sebelumnya. KA Sri Lelawangsa dan KA Bandara Kualanamu di Medan mencatat 4,63 juta pelanggan, tumbuh 25,60 persen, dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta meningkat 9,66 persen hanya pada Agustus 2025 dibanding Agustus 2024.
“Data ini menunjukkan bahwa integrasi antarmoda memberi dampak nyata. Perjalanan menjadi lebih ringkas, pariwisata semakin berkembang, logistik lebih lancar, dan ekonomi daerah ikut bergerak. Itulah arti Semakin Melayani bagi KAI Group di usia ke-80,” tambah Anne. Melalui strategi ini, KAI membuktikan bahwa usia yang matang tidak menghalangi inovasi, melainkan memperkuat posisi sebagai penghubung mobilitas nasional yang handal. (Redaksi)

