

Jakarta, 12 November 2025 – Program pelatihan kesiapsiagaan yang komprehensif telah diikuti oleh seluruh petugas yang diterjunkan untuk mengamankan masa angkutan Nataru, memastikan mereka memiliki kompetensi yang memadai dalam menghadapi berbagai situasi darurat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) membekali 735 petugas tambahan dengan keterampilan mengenali tanda-tanda awal gangguan operasional, mulai dari perubahan kondisi struktur rel, genangan air di area rawan banjir, hingga potensi longsor di jalur pegunungan. Pelatihan juga mencakup prosedur penanganan cepat dan koordinasi dengan tim lain untuk memastikan respons yang efektif saat menghadapi kendala di lapangan. Para petugas dilatih untuk mengambil keputusan tepat dalam situasi kritis, termasuk menentukan apakah jalur masih aman dilalui atau perlu dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Dengan bekal pelatihan yang matang, setiap petugas memiliki kemampuan untuk bertindak secara mandiri namun tetap terkoordinasi dengan baik dalam sistem pengamanan yang terintegrasi, sehingga pengamanan selama masa Nataru dapat berjalan dengan maksimal dan memberikan jaminan keselamatan bagi penumpang kereta api.
(Redaksi)

