Jakarta, 7 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengembangkan inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan perjalanan kereta api, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Salah satu teknologi yang diandalkan adalah Face Recognition.
Teknologi Face Recognition telah dioperasikan di 22 stasiun dengan total 67 line. Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses boarding sekaligus memastikan identitas penumpang tervalidasi secara akurat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa teknologi ini telah digunakan oleh jutaan pelanggan sepanjang 2025.
“Januari sampai November 2025, layanan ini sudah digunakan oleh 10.230.218 pelanggan, sehingga proses akses ke peron menjadi lebih cepat,” ungkap Anne.
Selain mempercepat layanan, Face Recognition juga mendukung aspek keamanan perjalanan karena data penumpang telah terintegrasi dengan sistem tiket KAI. Hal ini membantu memastikan bahwa hanya penumpang dengan tiket sah yang dapat mengakses peron.
Efisiensi operasional juga menjadi manfaat lain dari penerapan teknologi ini. Dengan berkurangnya penggunaan tiket kertas, KAI dapat menekan biaya operasional sekaligus mendukung upaya ramah lingkungan.
Anne menegaskan bahwa KAI berhasil menghemat 25.576 rol tiket dengan nilai mencapai Rp375.321.123 sebagai hasil penerapan layanan Face Recognition.
Teknologi ini diterapkan di berbagai stasiun strategis seperti Gambir, Pasarsenen, Bandung, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Cirebon, Semarang, Madiun, dan Medan.
Dalam menghadapi Nataru, KAI juga mencatat penjualan tiket yang terus meningkat. Hingga 7 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket periode Nataru telah mencapai 1.040.322 kursi.
Dengan dukungan teknologi digital, KAI memastikan seluruh aspek pelayanan dan keamanan perjalanan tetap terjaga selama masa libur.
“KAI terus berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pelanggan sepanjang momentum libur akhir tahun,” tutup Anne. (Redaksi)

