Jakarta, 8 Agustus 2025 – Riset doktoral yang disusun oleh Didiek Hartantyo di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kini menjadi panduan penting bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mengembangkan layanan ke depannya. Disertasi ini merumuskan strategi layanan berbasis data dan riset untuk menjawab tantangan industri transportasi yang terus berubah.
Dalam disertasi tersebut, Didiek menekankan bahwa peta jalan layanan KAI harus mencakup inovasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan optimalisasi fasilitas penunjang. Semua ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan berkualitas.
Ia menyusun model strategis yang mengintegrasikan hasil survei pelanggan dengan analisis tren pasar. Model ini memandu KAI dalam mengambil keputusan jangka panjang, termasuk pengembangan rute baru, modernisasi armada, dan peningkatan layanan penumpang.
Menurut Didiek, peta jalan layanan yang jelas akan mempermudah perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya secara efisien. Hal ini juga memastikan setiap langkah perbaikan memiliki tujuan yang terukur dan selaras dengan visi perusahaan.
Salah satu rekomendasi penting dalam risetnya adalah memperkuat layanan digital sebagai bagian dari transformasi KAI. Ini meliputi perluasan fitur aplikasi, integrasi dengan transportasi lain, dan penggunaan data analytics untuk memahami perilaku pelanggan.
Rektor UNS memuji penelitian ini karena tidak hanya memberi manfaat akademis, tetapi juga memiliki dampak praktis yang besar. “Disertasi ini layak dijadikan acuan oleh perusahaan transportasi lain,” katanya.
KAI pun telah mulai mengimplementasikan beberapa rekomendasi dari riset tersebut, seperti peningkatan fasilitas stasiun dan penyesuaian jadwal perjalanan berbasis data permintaan.
Dengan adanya peta jalan layanan ini, KAI optimistis mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api di Indonesia. (Redaksi)

