2 Mei 2026 – Transformasi karier tak selalu berjalan lurus, dan kisah Max Tonetto menjadi contoh nyata bagaimana seorang mantan pesepak bola profesional memilih jalur berbeda setelah gantung sepatu. Sosok yang dulu dikenal sebagai bek tangguh kini justru terlihat di balik kemudi, menjalani profesi yang jauh dari gemerlap stadion.

Nama Tonetto kembali ramai diperbincangkan publik setelah aktivitasnya sebagai pengemudi layanan transportasi berbasis aplikasi viral di Italia. Dalam waktu sekitar empat bulan, ia tercatat telah menyelesaikan hampir 200 perjalanan dengan tingkat kepuasan pelanggan yang sangat tinggi. Rating mendekati sempurna menunjukkan dedikasinya dalam menjalani peran baru tersebut.

Bagi sebagian orang, langkah ini mungkin terlihat sebagai penurunan drastis dari karier sebelumnya. Namun, bagi Tonetto, keputusan tersebut justru merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Ia tengah membangun fondasi untuk bisnis penyewaan mobil yang ingin dikembangkannya secara serius.

Sebelum memasuki fase ini, Tonetto memiliki perjalanan panjang di dunia sepak bola Italia. Ia pernah memperkuat sejumlah klub seperti Reggiana, Lecce, Empoli, dan Sampdoria, sebelum mencapai puncak karier bersama AS Roma. Bersama klub ibu kota tersebut, ia meraih berbagai prestasi, termasuk dua gelar Coppa Italia serta satu trofi Supercoppa Italiana.

Setelah memutuskan pensiun pada 2010, Tonetto memilih menjauh dari sorotan publik dan mencoba berbagai bidang usaha. Namun, keputusannya terjun langsung sebagai pengemudi bukan tanpa alasan. Ia ingin memahami industri transportasi dari level paling dasar sebelum mengembangkan bisnisnya lebih jauh.

Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan menjadi kunci untuk membangun usaha yang berkelanjutan. Dengan menjadi pengemudi, ia dapat memahami kebutuhan pelanggan, dinamika operasional, hingga tantangan yang dihadapi dalam layanan transportasi sehari hari. Pendekatan ini memberikan perspektif yang tidak bisa diperoleh hanya dari sisi manajerial.

Menariknya, Tonetto justru menikmati peran barunya. Ia menjalani aktivitas harian dengan semangat belajar dan membangun karier kedua secara bertahap. Interaksi langsung dengan penumpang serta tantangan di jalan menjadi bagian dari proses yang ia hargai.

Kisah ini menunjukkan bahwa perubahan arah karier bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan dapat menjadi peluang untuk berkembang di bidang baru. Dengan latar belakang sebagai atlet profesional yang terbiasa dengan disiplin dan kerja keras, Tonetto memiliki modal kuat untuk sukses di dunia bisnis.

Langkah yang diambilnya juga mencerminkan pendekatan pragmatis dalam membangun usaha, yakni memahami operasional dari bawah sebelum melangkah ke skala yang lebih besar. Jika rencananya berjalan sesuai harapan, bukan tidak mungkin Tonetto akan kembali mencatatkan kesuksesan, kali ini bukan di lapangan sepak bola, melainkan di industri transportasi.

Perjalanan ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak selalu berhenti ketika karier utama berakhir. Dengan keberanian untuk memulai dari nol dan kemauan untuk terus belajar, peluang baru dapat terbuka di berbagai bidang yang sebelumnya tidak terbayangkan. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *