Jakarta, 25 Oktober 2025 – Sejarah perkeretaapian Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan industri pertahanan. Kawasan Karees Bandung, yang dahulu menjadi pusat Artillerie Constructie Winkel (ACW) pada masa Hindia Belanda, kini menjadi lokasi PT Pindad, produsen utama alat pertahanan nasional.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan, “Kereta api adalah bagian dari ekosistem pertahanan negara. Kecepatan dan jangkauannya menjadikannya sarana mobilitas pasukan dan logistik yang efisien, sekaligus simbol ketahanan nasional yang terus bergerak menjaga kedaulatan Indonesia.”
Hingga September 2025, 464.788 anggota TNI dan 156.957 anggota Polri telah memanfaatkan layanan kereta api dengan fasilitas potongan tarif, yakni 25 persen untuk kelas eksekutif dan 50 persen untuk kelas bisnis dan ekonomi bagi anggota aktif dan siswa pendidikan TNI serta Polri.
“Program reduksi tarif ini adalah bagian dari komitmen KAI untuk melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk aparatur pertahanan dan keamanan yang memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan keselamatan publik. KAI ingin terus hadir sebagai mitra mobilitas bagi semua penjaga kemajuan bangsa,” tambah Anne.
Sejak masa revolusi, kereta api digunakan untuk mengangkut pasukan, senjata, dan kendaraan lapis baja ke medan operasi. Jalur rel juga terkoneksi langsung dengan markas strategis seperti Yonkav Kiaracondong Bandung dan Yonkav Demak Ijo Yogyakarta, menjadikan perkeretaapian bagian penting dalam strategi pertahanan.
Pada dekade 1970-an, Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi titik pengiriman kendaraan Saracen dan Saladin ke Timor-Timur, memperkuat hubungan antara industri pertahanan dan mobilitas rel kereta api.
Selain pengangkutan logistik militer, rel kereta api juga mencatat sejarah perjalanan industri pertahanan nasional, menjadi penghubung antara fasilitas produksi dan medan operasi.
“Dari masa perjuangan hingga era modern, rel kereta api adalah simbol keteguhan. Ia menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, dari perjuangan fisik menuju pertahanan teknologi,” tutup Anne. PT KAI menegaskan peran perkeretaapian dalam mendukung sejarah dan perkembangan industri pertahanan Indonesia (Redaksi).

