Jakarta, 23 September 2025 – Peristiwa pengambilalihan Kantor Pusat Kereta Api di Bandung pada 28 September 1945 menjadi titik balik besar dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Dari momentum itu lahir Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) dan ditetapkan Hari Kereta Api Nasional. Delapan dekade kemudian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menapaki perjalanan panjang dari masa perjuangan hingga era digital saat ini.
Perkembangan kereta api di tanah air telah melampaui batas sebagai sarana transportasi kolonial. Kini, KAI hadir sebagai moda transportasi publik modern yang menyatukan negeri dan melayani jutaan pelanggan setiap tahunnya. Dari Bandung 1945 hingga 2025, transformasi yang dijalankan menunjukkan konsistensi semangat melayani yang diwariskan para pejuang.
“Sejak 28 September 1945, saat para pejuang kereta api mengibarkan bendera merah putih di kantor pusat Bandung, semangat itu terus hidup hingga kini. Dari semangat perjuangan itulah KAI menapaki jalan transformasi menuju layanan yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.
Transformasi digital kini menjadi tonggak baru KAI. Aplikasi Access by KAI mendominasi pembelian tiket dengan 17,2 juta transaksi sepanjang Januari–Agustus 2025 atau 71,73% dari total. Fitur digital lainnya mencakup carbon footprint, integrasi moda seperti Commuter Line, LRT, KA Bandara, hingga kereta cepat Whoosh, serta penerapan face recognition boarding gate di 22 stasiun utama.
Kinerja operasional perusahaan juga memperlihatkan pertumbuhan. Hingga Agustus 2025, KAI Group telah melayani 328,05 juta pelanggan, naik 8,51% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor logistik juga menunjukkan peran besar dengan angkutan barang 45,26 juta ton, di mana batu bara mendominasi 37,47 juta ton atau 82,8% dari total muatan.
Efisiensi operasi menjadi ciri khas lain. Di Jawa, satu rangkaian KA barang mampu menarik hingga 30 gerbong, sementara di Sumatera Selatan bisa mencapai 61 gerbong dalam sekali jalan. Keandalan layanan juga dijaga dengan pencapaian ketepatan waktu 99,50% keberangkatan dan 96,32% kedatangan.
Dari Bandung di masa revolusi hingga era digital di abad ke-21, perjalanan KAI adalah bukti nyata kesinambungan sejarah, semangat perjuangan, dan inovasi berkelanjutan. Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan bangsa yang terus melaju ke depan. (Redaksi)

