Jakarta, 28 Desember 2025 – Masyarakat yang ingin memanfaatkan program diskon 30 persen untuk kereta ekonomi komersial selama Nataru dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI. Platform digital resmi ini menyediakan akses mudah dan cepat untuk mengecek ketersediaan jadwal, memilih tempat duduk, dan melakukan transaksi pembayaran. Kemudahan akses digital memastikan proses pemesanan dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja tanpa harus datang ke stasiun atau loket fisik.
Aplikasi Access by KAI dilengkapi dengan fitur pencarian yang memudahkan pengguna menemukan jadwal kereta sesuai kebutuhan perjalanan mereka. Informasi real-time tentang ketersediaan tempat duduk membantu perencanaan yang lebih akurat dan mengurangi risiko kehabisan tiket. Sistem pembayaran yang terintegrasi dengan berbagai metode memudahkan transaksi sesuai preferensi masing-masing pengguna. Proses booking yang user-friendly membuat pemesanan tiket kereta menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menekankan pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan aksesibilitas layanan kereta api. “Kereta api menjadi pilihan perjalanan banyak masyarakat pada masa libur akhir tahun. Pemerintah melalui KAI memastikan masyarakat tetap memiliki akses perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mendukung pergerakan ekonomi di berbagai daerah,” jelasnya. Investasi dalam platform digital merupakan komitmen KAI untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan efisien.
Penggunaan aplikasi Access by KAI juga memungkinkan pengguna mendapatkan notifikasi tentang promosi, perubahan jadwal, atau informasi penting lainnya. Fitur manajemen pemesanan memudahkan pengguna untuk melacak tiket yang telah dibeli dan melakukan perubahan jika diperlukan. Dengan interface yang intuitif dan responsif, aplikasi ini cocok untuk semua kalangan usia dan tingkat literasi digital. Masyarakat diimbau untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi resmi ini untuk mendapatkan pengalaman pemesanan tiket terbaik selama periode Nataru.
(Redaksi)

