Probolinggo, 16 Desember 2025 – Kepadatan arus lalu lintas yang terjadi di Jalur Pantura Probolinggo–Pasuruan dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember. Di tengah debu jalanan dan deretan kendaraan yang mengular di sekitar Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, KAI menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pengguna jalan yang terdampak.

Kepadatan ini karena adanya aktivitas perbaikan geometri di perlintasan sebidang JPL Nomor 166, tepatnya pada KM 86+6/7 petak jalan antara Grati dan Bayeman.

Proyek perbaikan ini sejatinya memiliki jadwal awal penyelesaian pada 5 Desember 2025 dan sempat dinyatakan rampung secara fisik pada 6 Desember 2025. Namun, dinamika di lapangan berkata lain. Dalam masa pemeliharaan lanjutan pada 10 Desember 2025, tim teknis KAI menemukan adanya anomali—perbedaan tinggi geometri pada jalur kereta api tersebut.

Dari temuan ini KAI mengambil keputusan krusial yaitu perbaikan ulang harus dilakukan segera.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa keputusan untuk membongkar dan memadatkan kembali rel bukan tanpa alasan. Ada risiko besar yang dipertaruhkan jika hal tersebut diabaikan.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa perpanjangan waktu pengerjaan ini mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan. Namun, temuan perbedaan tinggi pada rel ini berpotensi menyebabkan kereta api anjlok. Bagi kami, keselamatan operasional perjalanan kereta api dan nyawa penumpang adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” ujar Cahyo dengan tegas namun penuh empati.

Di tengah proses pengerjaan ulang yang dikebut untuk mengejar target penyelesaian pada 18 Desember 2025, sisi kemanusiaan juga terlihat dari para petugas di lapangan. Petugas Opsnal Satlantas Polres Probolinggo Kota tampak berjibaku siang dan malam, mengatur arus lalu lintas secara intensif untuk mengurai kemacetan dan memastikan roda kendaraan tetap berputar meski perlahan.

KAI Daop 9 Jember terus melakukan koordinasi ketat dengan pihak kepolisian dan instansi terkait guna meminimalkan dampak kemacetan. Perbaikan ini merupakan bukti nyata komitmen KAI untuk tidak hanya sekadar mengoperasikan kereta, tetapi juga menjaga keselamatan dan kenyamanan jangka panjang bagi masyarakat.

Menjelang penyelesaian target pekerjaan, KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Tongas untuk tetap berhati-hati, bersabar, dan mematuhi arahan petugas kepolisian di lapangan.

“Sekali lagi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Segala upaya perbaikan ini kami lakukan semata-mata demi keselamatan kita bersama,” tutup Cahyo. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *