Jakarta, 11 Desember 2025 – Penguatan logistik ramah lingkungan terwujud melalui pertumbuhan angkutan retail PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mencapai 230.998 ton periode Januari–November 2025. Volume ini naik 12 persen dari 205.743 ton tahun sebelumnya, membuktikan peran kereta api sebagai alternatif distribusi barang yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pertumbuhan angkutan retail sejalan dengan komitmen terhadap pengurangan jejak karbon. Distribusi produk UMKM, barang konsumsi, dan paket e-commerce melalui moda rel berkontribusi pada penurunan emisi. “Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa layanan angkutan retail KAI berkontribusi langsung pada kelancaran logistik dan keberlanjutan bisnis pelanggan,” ungkapnya mengenai aspek keberlanjutan dalam layanan.
Data November 2025 menunjukkan volume 21.607 ton, meningkat dari 20.293 ton November 2024. Pertumbuhan konsisten membuktikan preferensi meningkat terhadap moda distribusi ramah lingkungan menjelang periode Nataru. Pendekatan dual-channel melalui B2B dan B2C memastikan aksesibilitas luas terhadap solusi logistik berkelanjutan bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Kontribusi kereta api terhadap lingkungan diperkuat melalui implementasi Biosolar B40 pada seluruh lokomotif dan genset sejak Februari 2025, sejalan dengan agenda transisi energi menuju Net Zero Emission 2060. Karakteristik moda rel yang lebih efisien energi dibanding transportasi darat lain menghasilkan emisi karbon lebih rendah per ton barang. KAI berkomitmen terus mengembangkan layanan logistik hijau melalui inovasi teknologi ramah lingkungan, penerapan energi terbarukan, dan kolaborasi strategis untuk memastikan angkutan retail menjadi pilihan distribusi yang mendukung keberlanjutan ekonomi dan kelestarian lingkungan Indonesia.
(Redaksi)

