Jakarta, 23 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan analisis mendalam tentang dampak sosial keberadaan area bermain anak di 35 stasiun terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Studi komprehensif ini mengkaji berbagai aspek mulai dari perubahan pola interaksi sosial, peningkatan aktivitas ekonomi lokal, hingga kontribusi terhadap kesejahteraan anak dan keluarga di komunitas.
Metodologi analisis dampak sosial menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui survei, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis data sekunder. Indikator yang diukur meliputi peningkatan interaksi sosial antar keluarga, pengurangan stres dalam perjalanan, peningkatan kualitas waktu keluarga, dan kontribusi terhadap pembangunan sosial komunitas.
Hasil analisis menunjukkan dampak positif yang signifikan di seluruh lokasi area bermain anak, termasuk Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, Malang, Medan, Kertapati, Lubuk Linggau, dan Tanjung Karang. Peningkatan kepuasan keluarga dalam bepergian dan strengthening ikatan sosial komunitas menjadi temuan utama dari studi ini.
“Area bermain anak di stasiun menghadirkan suasana yang lebih ceria. Anak-anak bisa bermain dengan aman sambil menunggu keberangkatan, sementara orang tua dapat beristirahat lebih tenang. Dengan begitu, waktu menunggu kereta tetap menjadi momen menyenangkan bagi seluruh keluarga,” ungkap Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menegaskan bahwa analisis dampak sosial menjadi dasar untuk pengembangan program-program sosial yang lebih luas di masa depan.
(Redaksi)

