8 Juli 2026 – Babak 16 besar Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan rangkaian pertandingan penuh drama, kejutan, dan aksi heroik yang menghibur para pecinta sepak bola dunia. Tiga laga terakhir fase gugur memperlihatkan karakter berbeda dari setiap tim, mulai dari kemenangan meyakinkan Belgia atas tuan rumah Amerika Serikat, kebangkitan luar biasa Argentina saat menghadapi Mesir, hingga perjuangan panjang Swiss yang harus melewati babak adu penalti untuk menyingkirkan Kolombia. Hasil tersebut melengkapi daftar delapan tim terbaik yang akan bersaing memperebutkan tiket menuju semifinal.
Belgia menjadi tim pertama yang memastikan langkah ke perempatfinal setelah tampil dominan saat menghadapi Amerika Serikat di Lumen Field, Seattle. Meski berstatus sebagai tuan rumah, Amerika Serikat tidak mampu mengimbangi efektivitas permainan De Rode Duivels yang tampil sangat tajam sepanjang pertandingan. Charles De Ketelaere menjadi sosok paling bersinar setelah mencetak dua gol dan menyumbangkan satu assist yang berperan besar dalam kemenangan telak Belgia dengan skor 4-1.
Belgia membuka keunggulan sejak menit kesembilan melalui penyelesaian akhir Charles De Ketelaere yang memanfaatkan umpan silang mendatar Nicolas Raskin. Amerika Serikat sempat memberikan perlawanan dan berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Malik Tillman pada menit ke-31. Namun, keunggulan itu hanya bertahan singkat karena dua menit kemudian De Ketelaere kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan akurat yang mengembalikan keunggulan Belgia.
Memasuki babak kedua, Belgia tetap tampil disiplin dan mampu meredam tekanan lawan. Hans Vanaken memperlebar keunggulan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti sebelum Romelu Lukaku memastikan kemenangan menjadi 4-1 pada masa injury time setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Amerika Serikat. Penampilan gemilang Thibaut Courtois di bawah mistar gawang juga menjadi salah satu faktor penting yang membuat Belgia tampil begitu solid hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan tersebut mengantarkan Belgia menghadapi Spanyol pada babak perempatfinal.
Sementara itu, pertandingan antara Argentina dan Mesir menghadirkan salah satu drama terbesar di fase gugur turnamen kali ini. Albiceleste sempat berada di ambang eliminasi setelah tertinggal dua gol, tetapi semangat juang tinggi membuat mereka mampu membalikkan keadaan secara dramatis menjadi kemenangan 3-2. Lionel Messi kembali menunjukkan peran sentralnya dengan mencetak gol penting serta berkontribusi dalam proses kebangkitan tim.
Mesir tampil sangat disiplin sejak awal pertandingan dan sukses mengejutkan Argentina melalui gol sundulan Yasser Ibrahim pada menit ke-15. Kesempatan Argentina untuk menyamakan kedudukan sebenarnya terbuka setelah memperoleh hadiah penalti, namun eksekusi Lionel Messi berhasil digagalkan kiper Mostafa Shobeir yang tampil luar biasa sepanjang babak pertama. Sejumlah peluang dari Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, hingga tendangan bebas Messi juga belum mampu mengubah skor sehingga Argentina menutup paruh pertama dalam keadaan tertinggal.
Tekanan Argentina terus berlanjut pada babak kedua, tetapi Mesir justru mampu menggandakan keunggulan melalui Mostafa Zico pada menit ke-67 setelah memanfaatkan serangan balik cepat. Saat banyak pihak mulai meragukan peluang Argentina untuk bangkit, Cristian Romero membuka harapan melalui gol sundulan pada menit ke-79. Empat menit kemudian, Lionel Messi sukses menyamakan kedudukan lewat penyelesaian di dalam kotak penalti yang sempat membentur mistar sebelum masuk ke gawang. Momentum tersebut mengubah jalannya pertandingan sepenuhnya.
Pada masa injury time, Argentina akhirnya memastikan kemenangan melalui sundulan Enzo Fernandez yang memanfaatkan umpan silang Lautaro Martinez. Gol tersebut sempat memicu protes dari kubu Mesir yang menganggap terjadi pelanggaran dalam proses serangan. Meski demikian, wasit tetap mengesahkan gol tersebut sehingga Argentina berhasil menyelesaikan comeback spektakuler dan mengamankan tiket menuju babak delapan besar.
Pertandingan lain yang tidak kalah menegangkan mempertemukan Swiss dengan Kolombia. Kedua tim menampilkan permainan yang seimbang selama 120 menit tanpa satu pun gol tercipta. Sejumlah peluang emas lahir dari kedua kubu, namun ketangguhan para penjaga gawang membuat pertandingan harus ditentukan melalui babak adu penalti.
Kolombia beberapa kali mengancam melalui Gustavo Puerta, Luis Diaz, Jaminton Campaz, hingga Jhon Lucumi yang nyaris mencetak gol ketika tandukannya membentur tiang gawang pada babak tambahan waktu. Di sisi lain, Swiss juga memperoleh peluang lewat Fabian Rieder, Dan Ndoye, Djibril Sow, Granit Xhaka, dan beberapa kesempatan lainnya, namun seluruh peluang tersebut gagal menghasilkan gol. Penampilan Gregor Kobel dan Camilo Vargas menjadi alasan utama pertandingan tetap berakhir tanpa gol hingga waktu tambahan usai.
Drama akhirnya terjadi dalam babak adu penalti. Swiss tampil lebih tenang dan efektif dengan mencetak empat gol dari lima kesempatan yang dimiliki. Sementara Kolombia hanya mampu mengonversi tiga tendangan menjadi gol setelah dua eksekutor mereka gagal menjalankan tugas. Kemenangan tersebut memastikan Swiss melangkah ke perempatfinal dan akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit.
Berakhirnya rangkaian pertandingan babak 16 besar ini membuat persaingan menuju gelar juara dunia semakin menarik. Belgia akan berhadapan dengan Spanyol dalam duel sesama kekuatan Eropa, sedangkan Argentina ditantang Swiss setelah keduanya sama sama melewati pertandingan penuh tekanan. Dengan performa yang diperlihatkan sepanjang fase gugur, keempat tim dipastikan akan menghadirkan pertandingan berkualitas tinggi pada babak perempatfinal Piala Dunia 2026. (Redaksi)

