Jakarta, 27 Desember 2025 – Program keterjangkauan transportasi untuk penumpang kereta api lokal selama periode Nataru 2025/2026 mencapai tingkat okupansi 68,1 persen, menunjukkan kontribusi signifikan mobilitas regional terhadap keseluruhan program. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan bahwa hingga 27 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, sebanyak 507.501 tiket kereta lokal telah terjual untuk periode 18 Desember 2025-4 Januari 2026, membuktikan bahwa keterjangkauan tidak hanya relevan untuk perjalanan lintas provinsi tetapi juga untuk mobilitas sehari-hari dalam skala regional.
Tingkat okupansi 68,1 persen untuk kereta lokal, meskipun lebih rendah dibanding kereta jarak jauh yang mencapai 99,4 persen, tetap merupakan angka yang solid dan menunjukkan utilitas tinggi dari layanan ini. Kereta lokal melayani segmen pasar berbeda dengan kebutuhan mobilitas yang lebih frequent dan jarak tempuh lebih pendek, seperti commuter yang bekerja di kota tetangga, pelajar yang pulang kampung untuk kunjungan singkat, atau masyarakat yang melakukan perjalanan bisnis atau sosial antar kota dalam satu provinsi.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan pentingnya layanan kereta lokal dalam ekosistem keterjangkauan. “Melalui KAI, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan transportasi selama Nataru agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Mobilitas yang terjaga ini juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” katanya. Kereta lokal dengan tarif terjangkau menjadi lifeline bagi masyarakat di daerah yang tidak memiliki akses ke transportasi massal modern lainnya.
Total penjualan tiket Nataru mencapai 3.251.764 dari 3.506.104 kursi. Kereta jarak jauh menjual 2.744.263 tiket dengan okupansi 99,4 persen. Program diskon ekonomi menjual 1.139.481 dari 1.509.080 tiket. Pencapaian okupansi 68,1 persen untuk penumpang lokal ini membuktikan bahwa keterjangkauan transportasi harus mencakup semua level mobilitas untuk benar-benar inklusif dan efektif.
(Redaksi)

