Jember, 29 November 2025 – Layanan Lost and Found KAI Daop 9 Jember menjadi contoh pelayanan profesional di transportasi publik. Tahun 2025, nilai barang tertinggal yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 388.776.000,-.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan dari 175 item yang tercatat, 117 berhasil dikembalikan ke pemiliknya.

“Sistem Lost and Found KAI dirancang agar setiap barang yang ditemukan, sekecil apapun, dapat terdata dengan baik dan kembali ke tangan pemiliknya. Nilai temuan tahun ini yang hampir menyentuh angka Rp 400 juta menunjukkan bahwa barang yang tertinggal didominasi oleh benda bernilai tinggi,” ujar Cahyo.

KAI Jember menerapkan SOP ketat, mulai dari pelaporan barang, pencatatan di sistem terintegrasi, hingga penyimpanan di stasiun Jember dan stasiun Ketapang.

Petugas proaktif menghubungi pemilik barang dan berkoordinasi dengan Contact Center KAI121 untuk mempercepat pengembalian, menjadikan layanan lebih efisien.

Barang berharga disimpan hingga 3 bulan, sedangkan barang biasa disimpan maksimal 30 hari, sebelum disumbangkan atau diserahkan ke pihak berwenang sesuai prosedur.

Pendekatan ini menunjukkan profesionalisme dan komitmen KAI Jember dalam memberikan layanan yang aman, cepat, dan dapat diandalkan.

“Kami mengingatkan kembali bahwa barang bawaan adalah tanggung jawab penumpang masing-masing. KAI tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan maupun kerusakan barang bawaan penumpang. Namun demikian, sebagai bentuk pelayanan prima, petugas KAI akan selalu berupaya maksimal membantu mengamankan barang yang tertinggal di area stasiun maupun di atas kereta,” tegas Cahyo (Redaksi).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *