2 Juli 2026 – Keinginan yang dipendam selama bertahun-tahun akhirnya menjadi kenyataan bagi Ruben Onsu dan Ivan Gunawan. Setelah lebih dari 15 tahun menjalin persahabatan, keduanya berhasil menunaikan ibadah umrah bersama di Tanah Suci. Perjalanan yang berlangsung tanpa banyak perencanaan itu justru menjadi salah satu pengalaman paling berkesan bagi Ruben. Ia mengaku sangat bersyukur karena kesempatan tersebut datang pada waktu yang dianggap sebagai kehendak Tuhan, terlebih momen kebersamaan mereka di depan Ka’bah menjadi sesuatu yang sulit dilupakan.
Ruben menceritakan bahwa rencana untuk berangkat umrah bersama Ivan sebenarnya sudah lama mereka impikan. Namun, padatnya aktivitas dan kesibukan masing-masing membuat keinginan itu terus tertunda. Berkali-kali mereka mencoba menyesuaikan jadwal, tetapi selalu menemui kendala. Hingga akhirnya, kesempatan tersebut datang secara tak terduga dan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar. Menurut Ruben, semua seolah dipermudah, mulai dari ketersediaan jadwal keberangkatan hingga berbagai hal yang mendukung perjalanan ibadah mereka.
Selama berada di Tanah Suci, Ruben dan Ivan memilih menjalankan ibadah secara mandiri. Keputusan itu diambil agar masing-masing dapat lebih leluasa beribadah tanpa harus saling menunggu. Mereka menyadari bahwa suasana di Masjidil Haram selalu dipadati jutaan jemaah, sehingga lebih efektif jika setiap orang fokus pada ibadahnya sendiri. Meski begitu, keduanya tetap beberapa kali dipertemukan secara tidak sengaja saat berada di sekitar Ka’bah maupun ketika melaksanakan tawaf. Momen tersebut menjadi pengalaman yang semakin mempererat persahabatan mereka.
Ruben juga mengungkapkan bahwa keberangkatan kali ini terasa begitu istimewa karena berlangsung secara mendadak, tetapi seluruh proses berjalan sesuai harapan. Bahkan, ia merasa banyak kemudahan yang diperoleh sepanjang perjalanan, termasuk kecocokan jadwal keberangkatan hingga bertemu dengan anggota keluarga yang bertugas sebagai awak kabin dalam penerbangan mereka. Baginya, rangkaian kebetulan tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang penuh makna dan rasa syukur.
Menariknya, meskipun sedang berada di Tanah Suci, hubungan persahabatan Ruben dan Ivan tetap berlangsung seperti biasanya. Mereka masih saling bercanda, berbincang santai, bahkan sesekali berdebat kecil, sesuatu yang menurut Ruben justru menjadi warna dalam persahabatan mereka. Kebersamaan itu tidak mengurangi kekhusyukan ibadah, tetapi menjadi bukti bahwa hubungan yang telah terjalin selama belasan tahun tetap hangat di mana pun mereka berada.
Bagi Ruben, perjalanan umrah bersama Ivan bukan sekadar perjalanan religi, melainkan juga menjadi simbol terwujudnya sebuah impian yang telah lama dinantikan. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi rencana, keduanya akhirnya dapat beribadah bersama dan menikmati momen spiritual yang penuh rasa syukur. Pengalaman tersebut menjadi kenangan berharga yang memperlihatkan bahwa sebuah harapan dapat terwujud pada waktu yang paling tepat, meski harus menunggu dalam waktu yang tidak singkat. (Redaksi)

