21 April 2026 – Persaingan ketat langsung terasa sejak awal musim FIA World Endurance Championship 2026. Di balapan pembuka yang berlangsung di Sirkuit Imola, pembalap Indonesia Sean Gelael bersama tim Team WRT hampir mengamankan podium. Namun, sebuah penalti di momen krusial membuat mereka harus mengakhiri lomba di posisi kelima.
Balapan bertajuk 6 Hours of Imola menjadi ajang pembuktian bagi banyak tim, termasuk WRT 32 yang turun di kelas LMGT3. Start dari posisi kelima, mobil BMW bernomor 32 memulai lomba dengan cukup stabil. Pembalap pertama, Darren Leung, mampu menjaga posisi tim tetap kompetitif di tengah padatnya persaingan.
Setelah menyelesaikan dua stint, Leung menyerahkan kendali kepada Sean Gelael. Pada fase ini, performa tim mulai menunjukkan peningkatan. Sean secara perlahan mampu memperbaiki posisi, membawa tim merangkak naik dari papan tengah hingga sempat menembus tiga besar. Peluang untuk finis di podium pun terbuka lebar.
Namun situasi berubah drastis saat insiden terjadi di pit lane. Tim dinilai melakukan pelanggaran “unsafe release” setelah mobil dilepas terlalu cepat dan mengganggu laju mobil dari Proton Competition. Akibatnya, WRT 32 dijatuhi penalti waktu lima detik yang harus dijalani pada pit stop berikutnya.
Hukuman tersebut menjadi titik balik yang merugikan. Dalam balapan ketahanan dengan selisih waktu yang sangat tipis, penalti sekecil itu mampu mengubah posisi secara signifikan. Setelah menjalani hukuman, posisi WRT 32 langsung terlempar keluar dari 10 besar.
Meski demikian, perjuangan belum berakhir. Sean bersama rekan setimnya, termasuk Augusto Farfus, terus berusaha mengejar ketertinggalan. Di tengah kondisi lintasan yang sempat diguyur hujan ringan, Farfus menunjukkan performa solid dengan membawa tim kembali ke dalam persaingan.
Secara bertahap, posisi mereka mulai membaik. Dari luar 10 besar, WRT 32 kembali menembus posisi delapan besar. Duel ketat pun terjadi, termasuk saat menyalip Logan Sargeant untuk naik satu peringkat.
Memasuki fase akhir lomba, Farfus berhasil mengangkat posisi tim hingga ke urutan kelima. Posisi tersebut berhasil dipertahankan hingga garis finis, memastikan WRT 32 tetap meraih poin penting di seri pembuka.
Meski gagal naik podium, hasil ini tetap menjadi awal yang positif. Sean Gelael mengakui tim telah memberikan usaha maksimal sepanjang balapan, sekaligus mengapresiasi keberhasilan tim lain dalam satu garasi. Tim WRT dengan nomor berbeda bahkan berhasil keluar sebagai pemenang di kelas LMGT3, menambah kebanggaan bagi tim secara keseluruhan.
Di kelas utama Hypercar, persaingan tidak kalah menarik. Toyota Gazoo Racing berhasil mengungguli Ferrari yang sebelumnya difavoritkan tampil kuat di kandang sendiri.
Hasil di Imola menjadi bekal penting menjelang seri berikutnya. Para pembalap akan kembali bersaing di Sirkuit Spa-Francorchamps pada 9 Mei mendatang, di mana tantangan berbeda sudah menanti. Bagi Sean dan Team WRT 32, peluang untuk memperbaiki hasil tetap terbuka lebar selama konsistensi dan strategi dapat dijaga dengan lebih baik. (Redaksi)

