Jakarta, 25 Agustus 2025 – Membawa payung basah di musim hujan sering kali merepotkan penumpang yang akan naik kereta. Menyadari hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkenalkan fasilitas baru berupa pengering payung di 43 stasiun besar di Jawa dan Sumatera.
Langkah ini bertujuan agar pelanggan tetap nyaman saat menunggu maupun menggunakan layanan kereta api tanpa harus khawatir dengan tetesan air dari payung. Kehadiran pengering payung dianggap sebagai inovasi kecil yang mampu memberi manfaat besar.
“Musim hujan sering kali membuat pelanggan kurang nyaman karena membawa payung basah. Dengan hadirnya fasilitas pengering payung di 43 stasiun, kami ingin memberikan solusi sederhana namun bermanfaat agar pelanggan tetap merasa nyaman saat menggunakan layanan kereta api. Ini bagian dari komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.
Stasiun-stasiun utama yang menyediakan fasilitas ini antara lain Gambir, Pasarsenen, Sukabumi, Bandung, Semarang Poncol, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, hingga Banyuwangi Kota. Layanan ini menjadi bukti keseriusan KAI dalam menghadirkan detail pelayanan yang memperhatikan kenyamanan pelanggan.
Tidak berhenti di situ, KAI berencana menambah 17 stasiun lain yang akan dilengkapi fasilitas serupa dalam waktu dekat. Dengan begitu, semakin banyak penumpang yang bisa memanfaatkan inovasi ini.
“Kami berusaha menghadirkan inovasi yang dekat dengan kebutuhan pelanggan. Kehadiran pengering payung ini mungkin terlihat sederhana, tetapi diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, khususnya saat musim hujan,” tambah Anne.
Selama periode Januari–Juli 2025, KAI Group berhasil melayani 286,57 juta pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 9,04% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencatat 262,81 juta pelanggan.
“Segala inovasi yang kami hadirkan merupakan wujud nyata komitmen KAI untuk memberikan pelayanan terbaik. Dengan adanya fasilitas pengering payung ini, kami berharap pelanggan semakin nyaman menjadikan kereta api sebagai pilihan utama perjalanan, terutama di musim penghujan,” tutup Anne. (Redaksi)


