14 Agustus 2026 – Perjalanan malam KM Bunda Maria dari Ternate menuju Halmahera Selatan sempat berubah menjadi situasi darurat setelah kapal tersebut kandas di perairan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Kapal yang membawa 142 penumpang itu terjebak selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil lepas dari posisi kandas saat air laut mulai pasang. Tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan seluruh penumpang dalam kondisi aman dan melakukan proses evakuasi serta pengawalan kapal.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 malam. KM Bunda Maria diketahui bertolak dari Pelabuhan Bastiong, Ternate, dengan tujuan Pelabuhan Babang, Kabupaten Halmahera Selatan. Namun, sekitar pukul 22.00 WIT, kapal mengalami kandas setelah menabrak daratan di wilayah perairan Oba. Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan untuk sementara waktu sehingga penanganan segera dilakukan untuk mencegah risiko terhadap para penumpang dan awak kapal.
Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, tim SAR langsung melakukan persiapan untuk menuju lokasi. Tim gabungan diberangkatkan sekitar pukul 23.48 WIT menggunakan KN SAR 237 Pandudewanata. Perjalanan menuju titik lokasi dilakukan dalam kondisi malam hari, dengan tujuan memastikan bantuan dapat segera diberikan kepada penumpang yang masih berada di atas kapal.
KN SAR 237 Pandudewanata kemudian tiba di sekitar lokasi kejadian pada pukul 02.40 WIT. Setibanya di lokasi, petugas SAR langsung naik ke KM Bunda Maria untuk melakukan koordinasi dengan pihak kapal sekaligus mendata seluruh penumpang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah orang yang berada di dalam kapal serta memantau kondisi mereka selama kapal masih berada dalam posisi kandas.
Kapal tersebut diperkirakan terjebak selama kurang lebih empat jam. Situasi kemudian mulai berubah ketika air laut mengalami pasang. Sekitar pukul 03.48 WIT, KM Bunda Maria akhirnya berhasil melepaskan diri dari posisi kandas dan dapat kembali bergerak. Setelah berhasil keluar dari lokasi tersebut, kapal tidak langsung melanjutkan perjalanan menuju tujuan awal, tetapi diarahkan ke Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, untuk memastikan kondisi kapal dan seluruh penumpang dapat ditangani dengan lebih aman.
Dalam perjalanan menuju Pelabuhan Ahmad Yani, KM Bunda Maria mendapat pengawalan dari KN SAR 237 Pandudewanata. Pengawalan dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kapal dapat mencapai pelabuhan dengan aman setelah sebelumnya mengalami kandas. Tim SAR juga terus memantau situasi selama perjalanan untuk mengantisipasi apabila terjadi kendala lanjutan.
KM Bunda Maria bersama 142 penumpangnya akhirnya tiba di Pelabuhan Ahmad Yani sekitar pukul 05.20 WIT. Seluruh penumpang dilaporkan berada dalam kondisi selamat dan sehat. Tidak ada laporan mengenai penumpang yang mengalami kondisi membahayakan selama kapal berada dalam posisi kandas maupun ketika proses pemindahan dan pengawalan menuju pelabuhan berlangsung.
Proses penanganan insiden tersebut melibatkan sejumlah unsur terkait. Tim Rescue Kantor SAR Ternate bekerja bersama personel Polres Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, KSOP Ternate, serta Polsek Pelabuhan Ahmad Yani. Kolaborasi berbagai unsur tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencarian, pertolongan, pendataan, hingga pengamanan penumpang berjalan secara terkoordinasi.
Kandasnya KM Bunda Maria menjadi perhatian karena kapal tersebut membawa puluhan hingga ratusan penumpang dalam pelayaran malam antarpulau. Kecepatan respons tim SAR menjadi faktor penting dalam memastikan kondisi para penumpang tetap terkendali selama kapal belum dapat bergerak. Setelah kapal berhasil lepas dari posisi kandas dan seluruh penumpang tiba dengan selamat di Pelabuhan Ahmad Yani, operasi penanganan kejadian tersebut dapat diselesaikan dengan kondisi seluruh penumpang tetap aman. (Redaksi)

