Jakarta, 07 November 2025 – Lonjakan wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan layanan kereta api memperlihatkan tren positif terhadap sektor pariwisata Indonesia. Sepuluh stasiun mencatat jumlah keberangkatan wisman tertinggi, menjadi indikator makin kuatnya daya tarik Indonesia di mata dunia.
Daftar tersebut dipimpin oleh Stasiun Yogyakarta yang mencatat 114.085 wisman, disusul Gambir, Bandung, Pasarsenen, Surabaya Gubeng, Malang, Semarang Tawang, Probolinggo, Surabaya Pasar Turi, dan Solo Balapan. KAI menyebut data ini menunjukkan preferensi baru wisatawan asing yang kini lebih mengandalkan kereta api untuk perjalanan lintas kota.
Faktor kenyamanan, kemudahan akses, serta pengalaman berwisata yang lebih otentik menjadi alasan banyak turis asing memilih rel sebagai moda utama. Dengan rute yang melewati destinasi budaya dan alam, perjalanan menggunakan kereta memberi kesan berbeda bagi pelancong dunia.
Di sisi lain, keberadaan stasiun-stasiun tersebut juga mendukung geliat ekonomi lokal. Kawasan pusat kuliner, industri kreatif, serta jasa transportasi lanjutan di sekitar stasiun merasakan dampak meningkatnya mobilitas wisman.
KAI mencatat peningkatan wisman mencapai 601.960 orang pada Januari–Oktober 2025, naik signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Permintaan perjalanan yang terus membesar membuat berbagai rute wisata semakin ramai dan menjadi favorit turis mancanegara.
Pertumbuhan ini turut memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata global, sekaligus menunjukkan keberhasilan modernisasi layanan kereta api nasional yang semakin diminati publik internasional.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik dan terus menjaga kualitas, kenyamanan, serta ketepatan waktu perjalanan agar para wisatawan merasa puas dan kembali menggunakan kereta api untuk perjalanan mereka,” katanya.
Dengan berbagai peningkatan layanan dan konektivitas, daftar 10 stasiun favorit wisman diperkirakan akan terus berkembang seiring bertambahnya minat turis asing menjelajahi Indonesia lewat jalur rel. (Redaksi)

