Jakarta, 07 November 2025 – KAI melaporkan lonjakan signifikan wisatawan mancanegara yang memadati jalur rel Jakarta–Surabaya sepanjang 2025. Jalur ini menjadi salah satu rute utama paling ramai di Pulau Jawa, didorong oleh tingginya minat turis dunia untuk menjelajahi berbagai kota besar hingga kota-kota wisata sepanjang lintasan. Rute ini sekaligus menjadi tulang punggung perjalanan wisata lintas Jawa.
Wisman dari Eropa, Australia, dan Asia Tenggara mendominasi pengguna rute tersebut. Mereka memilih perjalanan dengan kereta karena memberikan kemudahan, waktu tempuh pasti, serta kenyamanan selama perjalanan jarak jauh. Selain itu, jalur ini melewati kota-kota wisata populer seperti Cirebon, Tegal, Semarang, Solo, dan Madiun sebelum akhirnya tiba di Surabaya.
Menurut KAI, okupansi kereta eksekutif dan bisnis pada rute ini mencapai tingkat tertinggi tahun ini. Banyak wisatawan menganggap perjalanan ini sebagai “tour lengkap” yang memperlihatkan kehidupan masyarakat Jawa dari barat hingga timur. Lanskap sawah, sungai besar, kawasan industri, perkampungan, dan area perkotaan besar menjadi pengalaman visual yang menarik bagi mereka.
Stasiun-stasiun besar seperti Gambir, Semarang Tawang, Solo Balapan, dan Surabaya Pasarturi mencatat peningkatan aktivitas penumpang internasional. Wisman kerap memanfaatkan waktu transit untuk membeli makanan lokal atau mengunjungi area publik di sekitar stasiun sebelum melanjutkan perjalanan.
KAI menyampaikan bahwa peningkatan wisman di jalur ini menunjukkan semakin kuatnya posisi transportasi rel sebagai pilihan utama perjalanan lintas Jawa. Banyak wisatawan yang merasa perjalanan darat menggunakan kereta lebih menyenangkan dibandingkan pesawat karena dapat melihat langsung kehidupan lokal.
Selain modernisasi armada, KAI juga meningkatkan fasilitas multibahasa pada aplikasi dan layanan informasi. Wisatawan kini lebih mudah memperoleh informasi jadwal, rute, dan layanan kereta dalam bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin. Langkah ini terbukti meningkatkan kenyamanan wisatawan asing.
KAI berkomitmen untuk memperluas layanan dan menambah frekuensi pada rute tertentu guna mengakomodasi lonjakan permintaan. Dengan tren wisman yang terus meningkat, Jakarta–Surabaya diyakini akan tetap menjadi jalur utama perjalanan wisata di Indonesia.
Peningkatan jumlah wisatawan di jalur ini juga menunjukkan bahwa rel-rel di Pulau Jawa memiliki potensi besar sebagai infrastruktur wisata yang berdaya saing internasional. (Redaksi)

