18 Juni 2026 – Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan kawasan Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menjadi sorotan warga setempat. Kondisi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan itu tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar. Bau menyengat yang muncul setiap hari membuat warga semakin resah dan mendesak pemerintah segera mengambil tindakan.
Di sepanjang Jalan Jati, tumpukan berbagai jenis sampah terlihat memenuhi sisi jalan dan sebagian area terbuka di sekitarnya. Selain menimbulkan aroma tidak sedap, keberadaan sampah tersebut juga dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biaknya lalat, tikus, serta berbagai organisme pembawa penyakit. Saat cuaca panas, bau yang ditimbulkan semakin menyengat dan mengganggu aktivitas warga yang melintas maupun tinggal di sekitar lokasi.
Warga mengaku kondisi ini bukanlah persoalan baru. Tumpukan sampah disebut telah dibiarkan selama hampir enam bulan tanpa penanganan yang maksimal. Akibatnya, volume sampah terus bertambah dari waktu ke waktu. Masyarakat khawatir jika kondisi tersebut terus berlangsung, risiko munculnya penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor akan semakin besar, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Selain meminta sampah segera diangkut, warga juga menyoroti perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaku pembuangan sampah liar. Mereka menilai kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi salah satu penyebab utama munculnya titik-titik penumpukan sampah di berbagai wilayah. Tanpa adanya tindakan tegas, masyarakat khawatir masalah yang sama akan kembali terulang meskipun sampah yang ada saat ini telah dibersihkan.
Keluhan warga akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Pemerintah Kota Serang memastikan akan melakukan penanganan terhadap tumpukan sampah tersebut setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat segera mengurangi dampak lingkungan yang dirasakan warga sekaligus mengembalikan kebersihan kawasan yang selama ini terganggu akibat penumpukan sampah.
Selain proses pengangkutan, pemerintah juga berencana meningkatkan pengawasan lingkungan melalui aparat kelurahan. Pengawasan rutin dinilai penting untuk mencegah praktik pembuangan sampah sembarangan yang diduga dilakukan oleh oknum yang melintas di kawasan tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Persoalan sampah yang terjadi di Kaligandu menjadi gambaran bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dan sampah lingkungan masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Tanpa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, masalah serupa berpotensi terus muncul dan berdampak pada kualitas kesehatan serta kenyamanan hidup warga. Karena itu, penanganan cepat dan langkah pencegahan jangka panjang dinilai menjadi kunci untuk mengatasi persoalan tersebut secara berkelanjutan. (Redaksi)

