Jakarta, 09 Agustus 2025 – Kereta cepat Whoosh yang dikelola oleh Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berhasil melayani 3.516.906 pelanggan selama tujuh bulan pertama tahun 2025. Angka ini naik sebesar 7,01 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Whoosh menjadi salah satu moda transportasi berbasis rel yang terus menunjukkan tren positif dan menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan perjalanan cepat antar kota.
Secara keseluruhan, KAI Group mencatat peningkatan jumlah pelanggan mencapai 286.571.681 orang, naik 9,04 persen dibandingkan periode Januari–Juli 2024.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa seluruh moda layanan KAI mengalami kenaikan penumpang, termasuk kereta jarak jauh, commuter line, lokal, hingga LRT.
“Seluruh moda di bawah KAI Group, mulai dari kereta jarak jauh, lokal, commuter line, hingga LRT, mencatat kenaikan. Ini sinyal positif bahwa transportasi berbasis rel kian menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian, perjalanan bisnis, hingga wisata,” kata Anne.
Selain Whoosh, LRT Jabodebek mengalami pertumbuhan paling signifikan dengan lonjakan 47,23 persen pelanggan menjadi 15.772.638 orang.
Layanan KAI Wisata dengan kereta Panoramic dan Luxury juga mencatat kenaikan 44,78 persen pelanggan, sementara KA Makassar–Parepare tumbuh 10,86 persen.
LRT Sumsel di Palembang melayani 2.628.095 pelanggan, naik 9,53 persen, sementara layanan KA Jarak Jauh dan Lokal melayani 32.758.315 pelanggan, naik 7,5 persen.
Anne menegaskan, “Transportasi berbasis rel tidak hanya menjadi solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan tepat waktu, tetapi juga mendorong ekonomi daerah, mengurangi kemacetan, dan berkontribusi pada pengurangan emisi.” (Redaksi)

