Jakarta, 09 Agustus 2025 – Pertumbuhan jumlah penumpang KAI Group yang mencapai 286.571.681 selama tujuh bulan pertama tahun 2025 memberikan dampak positif yang signifikan terhadap ekonomi daerah dan lingkungan.
Dengan naiknya pemakaian moda transportasi berbasis rel, kemacetan di berbagai kota besar berkurang, sementara polusi udara juga dapat ditekan secara efektif.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini juga mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus bertambah terhadap layanan KAI Group.
“Seluruh moda di bawah KAI Group, mulai dari kereta jarak jauh, lokal, commuter line, hingga LRT, mencatat kenaikan. Ini sinyal positif bahwa transportasi berbasis rel kian menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian, perjalanan bisnis, hingga wisata,” ujar Anne.
LRT Jabodebek mengalami lonjakan penumpang paling tinggi, yakni 47,23 persen, diikuti KAI Wisata dengan kenaikan 44,78 persen.
KA Makassar–Parepare yang merupakan kereta pertama di Sulawesi mencatat pertumbuhan penumpang 10,86 persen, sedangkan LRT Sumsel di Palembang naik 9,53 persen.
Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal melayani 32.758.315 pelanggan, naik 7,5 persen, dan KAI Commuter mencatat 227.521.318 pelanggan, naik 7,02 persen.
Kereta cepat Whoosh juga tumbuh 7,01 persen, melayani 3.516.906 pelanggan.
Anne menegaskan, “Transportasi berbasis rel tidak hanya menjadi solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan tepat waktu, tetapi juga mendorong ekonomi daerah, mengurangi kemacetan, dan berkontribusi pada pengurangan emisi.” (Redaksi)

