Jakarta, 23 Oktober 2025 – Transformasi SDM Indonesia di sektor transportasi modern semakin nyata. Melalui program transfer knowledge Whoosh, KAI telah menyiapkan 513 tenaga profesional untuk mengoperasikan dan merawat kereta cepat pertama di Asia Tenggara.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, “Program ini membuktikan kemampuan bangsa Indonesia dalam menguasai teknologi transportasi berkecepatan tinggi. Melalui pelimpahan peran ini, SDM KAI siap menjadi operator, inovator, dan pemimpin di sistem kereta cepat.”
Program ini berlangsung melalui kolaborasi teknis dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan tenaga ahli China Railway. Pelatihan mencakup operasi, pemeliharaan sarana, dan perawatan prasarana, termasuk jembatan, rel, sinyal, sistem kelistrikan, serta peralatan berat.
Peserta program mengikuti rangkaian pelatihan bertahap, mulai dari High-Speed Railway Training hingga On the Job Training (OJT). Sertifikasi resmi dari Kementerian Perhubungan menandai kesiapan mereka menerima pelimpahan peran secara penuh.
Anne menegaskan bahwa transfer knowledge ini menanamkan nilai keberlanjutan sekaligus membangun SDM yang mampu memimpin di sektor transportasi modern. Para peserta diharapkan tidak hanya menjalankan operasional, tetapi juga berperan sebagai inovator.
“Ke depan, para SDM yang telah menerima pelimpahan peran akan menjadi mentor bagi generasi baru di dunia perkeretaapian cepat. Mereka adalah bukti bahwa investasi terbaik bangsa terletak pada manusia yang menggerakkannya,” jelas Anne.
Program Whoosh mendukung visi Indonesia Emas 2045, sejalan dengan SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana investasi pada SDM memperkuat kedaulatan teknologi nasional.
KAI menekankan bahwa pengembangan SDM unggul juga bagian dari strategi ESG perusahaan, mendukung transportasi publik rendah emisi dan efisiensi energi.
“Kereta Cepat Whoosh mencerminkan kemajuan teknologi dan perjalanan bangsa menuju kemandirian, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama,” tutup Anne. (Redaksi)

