Jakarta, 21 September 2025 – Dorongan konektivitas melalui integrasi transportasi darat dan laut di Stasiun Ketapang mencerminkan inovasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam menciptakan sistem transportasi holistik. Model integrasi ini menggabungkan kekuatan moda transportasi kereta api yang efisien untuk perjalanan jarak jauh dengan fleksibilitas transportasi laut yang menghubungkan pulau-pulau, menciptakan solusi mobilitas yang komprehensif bagi masyarakat Indonesia.
Konsep integrasi transportasi darat dan laut telah menjadi DNA Stasiun Ketapang sejak peresmian jalur baru pada 7 September 1985. Visi untuk menciptakan seamless connectivity antara kedua moda transportasi ini terealisasi melalui perencanaan infrastruktur yang strategis, dimana jarak hanya 100 meter antara stasiun dan pelabuhan memungkinkan transfer penumpang yang sangat efisien. Integrasi ini menjadi model yang dapat diadopsi untuk pengembangan hub transportasi di wilayah kepulauan lainnya.
Implementasi integrasi tercermin melalui koordinasi operasional yang ketat antara jadwal kereta api dan kapal feri. Sistem informasi terpadu memberikan update real-time kepada penumpang tentang status kedua moda transportasi, sementara fasilitas transit yang nyaman memastikan waiting time tidak menjadi beban bagi penumpang. Koordinasi ini terbukti efektif dalam melayani volume penumpang yang fluktuatif, dari 1.500 per hari hingga 24.000 pada puncak liburan.
Anne Purba, VP Public Relations KAI, menegaskan visi integrasi transportasi. “Dengan adanya integrasi ini, mobilitas masyarakat, terutama yang berasal dari Bali dan Nusa Tenggara, menjadi lebih lancar dan efisien,” ungkapnya. Pengembangan integrasi akan terus disempurnakan melalui peningkatan teknologi informasi yang memungkinkan sinkronisasi jadwal yang lebih akurat, pembangunan infrastruktur penghubung seperti jembatan penyeberangan, dan pengembangan sistem tiket terintegrasi yang memudahkan penumpang dalam merencanakan perjalanan multimodal.
(Redaksi)

